Sunday, 30 June 2013

MI: Jual Ginjal demi Ijazah Anak

(SH/Septiawan) Warga Kamal, Jakarta Barat, Sugiyanto (kiri), bersama anaknya, Sarah, membawa poster yang memberi informasi menjual ginjalnya di Bundaran HI, Jakarta, Rabu (26/6). Untuk menebus ijazah SMP hingga SMA putrinya, tukang jahit keliling ini harus membayar Rp 70 juta. JAKARTA - Pepatah kasih ayah sepanjang masa agaknya berlaku bagi Sugianto (45). Lelaki yang bekerja sebagai tukang jahit keliling ini nekat menjual satu ginjalnya demi menebus biaya ijazah sang anak yang ditahan pihak pesantren. Aksi menjual ginjalnya ini dilakukan Sugiarto sekitar pukul 10.00 WIB di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (26/6), ditemani putrinya, Sarah Melanda Ayu (19). Ayah lima anak ini menuturkan, ia nekat menjual ginjal lantaran lelah mencari jalan keluar guna menebus ijazah anaknya yang ditahan Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman di Desa Waru, Parung Bogor, Jawa Barat sebesar Rp 70 juta. Sugiarto menyayangkan pihak sekolah yang menahan ijazah anaknya dari SMP hingga SMA. “Saya disuruh bayar Rp 70 juta yang di antaranya penebusan ijazah SMP Rp 7 juta dan SMA Rp 10 juta serta biaya per hari kehidupan anak saya di pesantren sebesar Rp 20.000 selama tujuh tahun,” ungkap Sugiarto saat dihubungi SH, Selasa (25/6) malam. Sugiarto menambahkan, ketika anaknya masuk SMP tahun 2005, sebenarnya dalam perjanjian tidak ada pungutan biaya sama sekali. Namun, kenyataanya setelah pemimpin pesantren Habib Segaff meninggal tahun 2010 karena sakit, peraturan di pesantren itu berubah drastis. “Karena peraturan pesantren sudah berubah drastis sejak pemimpin pesantren meninggal dan diteruskan sang istri Umi Wahedah, pesantren semakin tidak jelas. Saya terkadang satu minggu sekali baru bisa datang ke Bogor untuk menemui istri almarhum sebagai pemimpin pesantren, namun tidak pernah ada di lokasi. Padahal untuk datang ke Bogor, saya harus bekerja dua minggu secara maraton menjadi tukang jahit keliling,” keluh lelaki yang tinggal di Jalan Kebon Dua Ratus, Tegal Alur, RT 07/RW 02 Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat ini. Sebelum memutuskan menjual ginjal, Sugiarto sudah berusaha ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Agama serta Komnas HAM. Namun semuanya gagal. Terlebih saat datang ke Kemendikbud, ia merasa mereka tutup mata atas kejadian yang dialami putri keduanya yang lulus SMA tahun lalu itu. Sarah mengaku sedih lantaran ayahnya berniat menjual satu ginjalnya. “Ayah sudah benar-benar nekat merelakan ginjalnya dijual. Besok (hari ini) saya sama Ayah akan ke Jakarta untuk mencari orang yang mau membeli,” katanya sambil menangis. Mimpi Sarah untuk melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah terancam batal jika ijazah SMP hingga SMA belum kunjung diberikan oleh pesantren. Sarah menceritakan, permintaan biaya ijazah itu karena ada aturan baru yang diterapkan pemimpin baru, yang tak lain adalah istri almarhum Habib Segaff. Namun, di balik itu semua ada sosok Habib Krisna yang kembali muncul, meski sebelumnya pernah dipecat Habib Seggaf. Menurut Sarah, Habib Krisna kerap kedapatan bermesraan dengan istri almarhum Habib Segaff. “Mereka kerap bermesraan dan ada foto-foto mereka sedang berduaan, serta kalau pulang dari pesantren selalu berdua. Banyak santri-santri lainnya juga yang menyaksikan dan mengetahui kedekatan sang istri dengan Krisna,” ungkap Sarah. Sarah membeberkan, semenjak kembalinya sosok Habib Krisna yang tidak diketahui peranannya di pesantren, banyak kebijakan yang berubah. Bahkan, Habib Krisna pernah memukul salah satu santri hingga lebam. “Saya tidak tahu Habib Krisna itu sebagai apa di pesantren. Yang jelas, semenjak dia kembali ke pesantren semua kebijakan berubah. Bukan hanya saya saja yang disuruh bayar uang penebusan ijazah, ada ratusan murid, baik SMP, SMA dari tahun 2010 hingga sekarang yang ijazahnya ditahan dan harus menebus dengan biaya puluhan juta,” paparnya. Bantah Tahan Ijazah Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman membantah adanya penahanan ijazah santri yang sudah menyelesaikan pendidikannya, termasuk santri yang ingin keluar dari lingkungan pesantren. Menurut Humas Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman, Ustaz Saefuddin, yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (26/6), mereka tidak pernah menahan ijazah santri atau siswa. Ia mengaku, selama ini pihaknya belum pernah bertemu keluarga Sarah untuk mengambil ijazah. “Sesuai prosedur di sini, setiap santri atau siswa yang hendak mengambil ijazah harus melalui saya,” jelas Saefuddin. Menurutnya, humas yang akan mengantarkan siswa atau keluarga ke bagian terkait di dalam pondok pesantren. “Jadi, saya belum pernah bertemu keluarga Sarah Melanda Ayu. Kalau ingin bertemu dengan Ibu (Umi Wahedah-red) memang jarang ada di tempat karena beliau untuk menutupi kebutuhan pesantren,” paparnya. Saefuddin bahkan menyatakan, berdasarkan catatannya, Sarah justru banyak melanggar aturan yang ditetapkan Pondok Pesantren. “Sarah juga pernah kabur dari pondok perempuan. Tapi kemudian diantar lagi sama orang tuanya. Karena kebaikan pemimpin, Sarah kemudian diterima lagi,” katanya. Setiap lembaga mempunyai aturan-aturan yang harus ditaati. Demikian juga dengan Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman. “Jika siswa-siswi atau santri yang melanggar aturan maka ada sanksi yang harus diterima. Sanksi itu adalah bentuk pembinaan mental. Saya yang juga santri di Pondok Pesantren ini siap dihukum kalau melanggar aturan,” tandasnya. (CR-36) Sumber : Sinar Harapan @ SHNEWS.CO :

Padah potong anu suami

California: Seorang wanita California yang dituduh memotong kemaluan suaminya sebelum mencampak ke dalam tong sampah dihukum penjara seumur hidup. Catherine Kieu, 50, didapati bersalah terhadap tuduhan mendera dan menyebabkan kecederaan teruk dalam serangan 11 Julai 2011 dihukum penjara seumur hidup tetapi layak mendapat parol selepas tujuh tahun. Mangsa yang dikenali sebagai Glen sepanjang perbicaraan berkata di perkarangan mahkamah: “Saya berharap ini kali terakhir saya melihatnya. Saya berasa lega dan hari ini amat sedih bagi saya.” Dalam kejadian itu, mangsa dimasukkan ke hospital tetapi usaha menyambung semula kemaluannya gagal. Catherine bertindak melakukan kekejaman itu sebagai membalas dendam selepas suaminya menuntut cerai. Serangan berkenaan dilakukan dua bulan selepas Glen memfailkan tuntutan itu di mahkamah. Mangsa yang berusia 60 tahun memberitahu mahkamah ketika perbicaraan, kemaluannya tidak boleh disambung semula menyebabkan dia merasakan dirinya sudah mati. - TS/ metro

Friday, 28 June 2013

Hero Malaya Komando VAT 69 di geruni komunis

                         SALLEHUDDIN (berdiri kiri) bersama pasukannya selepas melaksanakan satu operasi di Sarawak.

Peristiwa 'bos' ASP Mohd Zabri terkorban akibat terpijak jerangkap samar masih dalam ingatan


TAHUN ini genap 40 tahun penubuhan pasukan elit Pasukan Polis Hutan (PPH) 69 atau VAT 69. Kisah perjuangan, suka duka, perit maung skuad kebanggaan nusa bangsa sering menjadi ingatan dan sama sekali tidak dilupakan.


Terlalu banyak kenangan yang tidak boleh dibiarkan kerana satu ketika dulu nama VAT 69 yang ditubuhkan pada 23 Oktober 1969 cukup ditakuti komunis.



Skuad itu digelar komunis sebagai ‘Lok Kow’ bermaksud 69 dan digeruni kerana kehebatan mereka menjejak pengganas dan bertempur di hutan.


Hakikatnya, menjejaki komunis di hutan belantara memang sukar. Mereka juga mempunyai pasukan risikan, mendapatkan maklumat mengenai pasukan keselamatan yang memburu mereka.



Menariknya, bagi pasukan VAT 69, mereka sentiasa diajar supaya berfikir bagaimana menjadi komunis, bagaimana bertindak melarikan diri dan mendapatkan maklumat kerana melalui pendekatan itulah lebih mudah mereka menjejak pengganas.

Melalui pendekatan itu, mereka mempunyai kelebihan dan lebih bijak mengatur gerak sekali gus menggerunkan pengganas kerana gerak langkah mereka adalah hampir sama. Sudah pasti kumpulan awal penubuhan VAT 69 dianggap pelopor kejayaan gemilang mereka.

Seorang pemimpin VAT 69 yang dianggap pakar taktikal dan cukup digeruni komunis ialah Allahyarham Asisten Superintendan (ASP) Mohd Zabri Abdul Hamid yang dianggap perwira paling dikenang dalam pasukan elit berkenaan.


Beliau terkorban akibat terkena jerangkap samar selepas pasukannya memenangi satu pertempuran di Hulu Perak, Perak pada 1975 dan sebagai tanda memperingati jasanya, sebuah kem latihan Komando 69 PGK di Tasik Banding, Grik, Perak dinamakan sebagai Kem Zabri.


Menyingkap kisah tragis itu, seorang anggota VAT 69 yang terbabit dalam pertempuran itu, Sallehuddin Omar, 58, menegaskan peristiwa itu seolah-olah berlaku semalam dan semangat perjuangan rakan sepasukan tidak pernah pudar hingga ke hari ini.


Namun, mereka tidak dapat menyembunyikan perasaan sedih ketika Zabri yang digelar ‘bos’ oleh anak buahnya menghembuskan nafas terakhir. Semuanya menitiskan air mata kerana kehilangan pemimpin disayangi. Hingga kini, jika bercerita mengenai Zabri, pasti menitiskan air mata.


Detik perjuangan mereka bermula apabila tiga patrol diketuai Ismail Daud, ‘Mail Rantai’, Wan Tahar dan Sheikh Ismail, ditugaskan menggagalkan cubaan komunis meletupkan satu empangan di Perak. Selepas hampir tiga bulan berada di hutan, satu pasukan bantuan ditugaskan menghantar bekalan makanan.


Malangnya, empat anggota yang menaiki bot diserang hendap dan dibunuh kejam dengan mayat mereka dikelar dengan pisau oleh komunis.


Pasukan VAT 69 kemudian mengesan kedudukan khemah musuh berhampiran Grik pada 3 September 1975. Sebelum itu, mereka kehilangan jejak komunis dan ketika tiba di satu kawasan tanjung untuk mendapatkan bekalan air bersih, penjejak laluan ternampak musuh di kawasan sama.


Serentak itu, tiga patrol terdiri daripada 18 orang bergabung dalam barisan panjang, semua berpecah mengambil kedudukan bertempur hebat dengan komunis dianggarkan antara 30 hingga 40 orang.


Pertempuran itu mengorbankan 18 orang dan dua anggota VAT 69 parah iaitu Aziz Idris dan ketua patrol, Sheikh Ismail.


“Peluru bertaburan macam hujan, nak angkat kepala pun tak boleh, peluru lalu atas kepala. Kami menyerang guna bom tangan. Selepas 45 minit bertempur, terdengar jeritan ‘bawa ke sungai’ dan kami percaya komunis bawa lari rakan tercedera ke laluan sungai supaya jejak sukar dikesan,” katanya.


Ketika bertempur, operator perhubungan, Ahmad Dahlal Hashim, mendapatkan bantuan Zabri yang ketika itu mengetuai pasukan lain di kawasan berdekatan. Disebabkan hujan lebat dan jaraknya jauh, pasukan Zabri tiba di kawasan pertempuran pada awal pagi keesokannya.


Selepas pertempuran selesai, VAT 69 menemui bekalan termasuk senjata dan makanan dan merampas rampas bom, pelancar roket, makanan dipercayai untuk projek khas meletupkan empangan.


Sebaik tiba, Zabri mengarahkan pasukan menghala ke tempat pendaratan helikopter yang jaraknya kira-kira sehari perjalanan bagi mengeluarkan anggota tercedera mendapatkan rawatan.


“Zabri arahkan kami jangan mengejar komunis kerana bimbang terkena perangkap samar dan minta tumpukan kepada misi membawa anggota keluar. Beliau sering mengingatkan jangan sesekali tersalah langkah terpijak jerangkap samar yang biasa dipasang di denai binatang.


“Komunis gunakan jerangkap bom dipasang bateri, dibungkus plastik supaya tidak rosak dan tahan lama. Malangnya ketika dalam perjalanan, Zabri sendiri yang terkena. Beliau bersama penjejak Orang Asli, Bahuda berada di depan, manakala penjejak Apot, berada di belakang kerana kepenatan bertempur.


“Ketika melintasi kawasan sungai, mungkin Zabri terlupa dan memang ajalnya sudah tiba, beliau terpijak akar kayu yang dipasang perangkap bom. Letupan kuat berlaku dan saya dengar Mail Rantai jerit ‘habislah...bos dah kena’


“Bos putus kaki kanan, tetapi masih sedarkan diri, darah banyak mengalir. Walaupun kesakitan, beliau tetap semangat, masih fikirkan pasal berjuang, naikkan semangat anak buah supaya tidak mudah menyerah,” katanya.


Mereka membuat keputusan melalui laluan lain kerana percaya komunis akan menunggu di mana-mana tempat dan akan menyerang ketika dalam perjalanan.


Zabri dibawa keluar menggunakan pengusung dan pakar perubatan pasukan, Abdul Rahman Sabden, merawatnya sepanjang perjalanan.


“Bos menghembus nafas terakhir ketika dalam perjalanan ke tempat helikopter. Ketika itu, semua anggota kaku, menangis, tak tertahan melihat ketua yang dedikasi, bersemangat meninggalkan kami. Hingga sekarang kami akan kenang kejadian itu,” katanya.


Ketika tiba di tempat pendaratan helikopter, mereka mendapat bantuan daripada Rejimen Komando Gerak Khas (RGK) dan pasukan Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) membuat serangan udara di tempat disyaki.


Anggota keselamatan yang berada dalam hutan dikumpul di tempat selamat dan serangan udara berlaku dua jam tanpa henti. Pasukan RGK kemudian meneruskan operasi darat bagi menghapuskan saki baki komunis di kawasan berkenaan.


Info: Anggota Platun 1 ke platun 2

    * Jamil Othman
    * Ahmad Dahalal Hashim
    * Chin Hajeed
    * Che Meh (Allahyarham)
    * Abu Seman
    * Sallehuddin Omar

Anggota Platun 1 ke platun 3.

    * Mohd Zahid Shamsuddin
    * Rasidi Jamaluddin
    * Ibrahim Che Mat
    * Abd Aziz Idris (Allahyarham).

 
< Kami generasi hari ini mengucapkan jutaan terima kasih kepada semua hero2 malaya,,,, jasa anda tetap    kami kenang,,, Al-Fatihah utk yg terkorban semoga rohnya cucuri rahmat,, amin,,>


 credit to : mohd azis ngah/ azis@bharian.com.my

 
sumber : di sini  

Imaginasi Anwar melampau

Oleh SOFIAN BAHAROM

KUALA LUMPUR 27 Jun - Bekas Naib Presiden Indonesia, Jusuf Kalla menyifatkan Datuk Seri Anwar Ibrahim sebagai pemimpin yang mempunyai imaginasi sangat melampau kerana masih ingin menjadi Perdana Menteri meskipun parti pimpinannya kalah dalam pilihan raya umum lalu.

Menurutnya, dalam satu pertemuan bersama Ketua Pembangkang tersebut selepas pengumuman keputusan pilihan raya, beliau telah memberitahu Anwar bahawa Malaysia mengamalkan sistem undi elektoral, yang mana parti menang akan membentuk kerajaan dan melantik Perdana Menteri.

"Malangnya, Anwar ego, imaginasinya sangat melampau-lampau, beliau tetap mahu jadi Perdana Menteri. Saya memberitahunya, kamu sudah gila? Mana mungkin menjadi Perdana Menteri sedangkan hanya menang 89 kerusi Parlimen walhal Najib (Datuk Seri Najib Tun Razak) menang 133.

"Tolong beri saya jawapan atas dasar apa kamu boleh jadi Perdana Menteri kerana kamu sendiri tahu hanya menang 89 walhal Najib menang 133. Kami bertengkar dan akhirnya Anwar berfikir juga," katanya seperti dipetik daripada portal berita Merdeka Online di http://merdeka-online.com/home/wawancara- penuh-jusuf-kalla/ baru-baru ini.

Mengulas lanjut, Jusuf mendedahkan, perhimpunan Blackout 505 yang digerakkan Penasihat Parti Keadilan Rakyat (PKR) itu dibiayai beberapa pihak, khususnya dari Turki, Washington, Amerika Syarikat; Filipina serta kemungkinan Thailand dan China.

Katanya, pemberi dana yang besar itu datang dari sebuah syarikat besar di Filipina dan Turki untuk membantu aktiviti perhimpunan bantahan tersebut.

"Mereka tidak boleh menyembunyikan diri kerana rakan-rakan bisnes kita ketahui siapa mereka. Isunya untuk apa membuat perhimpunan tersebut jika hanya memberi keuntungan kepada musuh-musuh Islam dan orang Melayu?

"Saya sendiri bertanya kepada Anwar, apakah kamu boleh mengawal parti DAP?. Anwar terdiam dan tidak dapat memberikan jawapan dengan jelas, ternyata beliau ada masalah untuk mengawal ahli-ahli Parlimen dari parti lain," katanya.

Menurut Jusuf, beliau terfikir bahawa tindakan Anwar mengadakan perhimpunan haram itu hanya sia-sia, melainkan menguntungkan sebelah pihak iaitu musuh-musuh Islam.

Berhubung pencerobohan pengganas Kiram di Lahad Datu, Sabah, beliau berkata, terdapat campur tangan daripada pihak-pihak tertentu di Filipina, kawan-kawan Anwar seperti Joseph Estrada dan sebuah syarikat besar di negara itu yang memberikan sokongan kewangan dalam pencerobohan tersebut.

"Tujuan mereka satu sahaja iaitu untuk melemahkan kerajaan Malaysia. Mereka yang menceroboh itu mahu menunjukkan kepada dunia luar bahawa kerajaan Malaysia lemah dan gagal menangani isu tersebut," katanya./Utusan

Usul larangan wanita Buddha kahwin lelaki Islam dapat sokongan sami

YANGON 28 Jun - Beratus-ratus sami Buddha semalam menyatakan sokongan terhadap usul undang-undang perkahwinan yang melarang wanita Myanmar berkahwin dengan lelaki beragama Islam.

Usul berkenaan yang dicadangkan oleh kumpulan ekstremis Wirathu, mendapat sokongan kira-kira 1,500 sami di seluruh negara yang berkumpulan di sini untuk berbahas tentang undang-undang kontroversi itu.

Berdasarkan usul undang-undang perkahwinan itu, seorang wanita Buddha yang mahu mengahwini seorang lelaki Muslim perlu mendapatkan persetujuan daripada keluarganya dan pihak berkuasa.

Selain itu, lelaki Islam berkenaan perlu menukar kepada agama Buddha. – DPA/Utusan
 

Gadis menangis air mata darah

 

Yaritza Oliva mengejutkan doktor apabila menangis air mata darah. - AGENSI
 
PURRANQUE, Chile 27 Jun - Seorang gadis di Chile mengejutkan doktor perubatan apabila dia dilaporkan menangis air mata darah.

Yaritza Oliva, 20, memberitahu, keadaan pelik tersebut mula berlaku pada awal bulan ini dan sejak itu matanya boleh mengeluarkan darah beberapa kali dalam tempoh sehari.

Jelasnya, dia cuba mendapatkan rawatan daripada doktor, namun hanya dibekalkan ubat titis mata selepas matanya didapati tidak menghadapi jangkitan.

"Doktor hanya memberi saya ubat mata untuk mengurangkan kesakitan," katanya.

Oliva berkata, setiap kali menangis air mata darah, dia akan merasa terlalu sakit.

Ibu dan bapa gadis itu yang muncul dalam rancangan berita televisyen tempatan, memohon jasa baik orang ramai untuk menderma kepada mereka bagi menampung kos rawatan Oliva.

Berdasarkan keadaannya, Oliva dikatakan mengidap penyakit yang jarang berlaku iaitu haemolacria yang menyebabkan pesakit mengeluarkan air mata darah.

Buat masa ini, hanya ada tiga kes sama dilaporkan, berpunca daripada paras tinggi hormon kesuburan wanita atau mungkin merupakan tanda-tanda penyakit serius dan barah. - AGENSI/Utusan 

Thursday, 27 June 2013

Budak 2 tahun lebih cerdik daripada Obama

London: Seorang budak berusia dua tahun menjadi ahli termuda Mensa Britain selepas menjalani ujian kecerdasan yang meletakkan dia lebih cerdik daripada Barack Obama dan David Cameron. Ketika kebanyakan budak sebayanya sibuk belajar berjalan dan menconteng dinding, Adam Kirby lebih gemar membaca karya William Shakespeare, belajar bahasa Jepun, Sepanyol dan Perancis, malah mampu menguruskan diri sendiri di tandas. Berasal dari Mitcham, London selatan, Adam mengambil ujian IQ Stanford-Binet dan memperoleh markah 141 atau 10 mata lebih lebih tinggi daripada dua pemimpin utama dunia - Obama dan Cameron. Markah itu adalah dua mata saja daripada mencapai tahap genius dan dicapai Adam ketika dia masih belum mampu bercakap dengan ayat lengkap. Bapa Adam, Dean, 33, berkata dia dan isterinya, Kerry-Ann, 31, menyedari kelebihan kanak-kanak itu apabila melihat dia mampu membersihkan diri di tandas selepas membaca sebuah buku. Kata Dean, kejadian itu berlaku ketika Adam baru berusia setahun. “Ketika berusia 29 bulan, Adam mampu mengeja sehingga 100 perkataan, menghafal sifir serta mahir mencantumkan teka-teki bergambar untuk orang dewasa,” katanya. Selepas memperoleh kejayaan dalam ujian IQ, Adam dipelawa pula menyertai Mensa Britain yang dikhaskan untuk seseorang yang memiliki kecerdasan sangat tinggi. Sebelum Adam, rekod berkenaan dipegang Elise Tan-Roberts - kini berusia enam tahun yang menyertai kelab itu ketika berusia dua tahun empat bulan pada 2009. Adam mengatasi Elise apabila menjadi ahli ketika berusia dua tahun lima bulan. - Agensi/Metro

Kenyataan Tony Pua Seperti Isytihar Perang

by AIDC on Jun 27th, 2013 Mynewshub – Kenyataan Ketua Publisiti DAP, Tony Pua yang mencadangkan supaya Pasar ramadhan ditutup kira-kira dua minggu sebelum umat Islam di negara ini menyambut kedatangan bulan Ramadhan seperti ‘mengisytiharkan perang’ kepada semua warga Islam. Menurut Sekretariat NGO Islam- Melayu, ia juga merupakan petanda jelas agenda licik parti perkauman itu terhadap bangsa Melayu dan Tanah Melayu jika ia berjaya merampas kuasa pada PRU14 kelak. Jurucakapnya, Dzulkarnain Talib, kenyataan biadap dan kurang ajar pemimpin Cina DAP ini tidak seharusnya diberi muka dan dilayan dengan manis oleh orang Melayu lagi. ” Mereka tidak tahu membalas budi dan mengenang untung sebagai keturunan bangsa pendatang di bumi Melayu ini ,” katanya dalam satu kenyataan akhbar di sini hari ini. Menurut Dzulkarnain yang juga Presiden Wartawan Muda Malaysia, setelah muncul sebagai parti terkuat dalam pakatan pembangkang dengan 38 kerusi Parlimen, DAP terus mengkeldaikan orang-orang Melayu di dalam PKR dan Pas yang sehingga kini terlalu takut dan kecut perut untuk membidas parti itu atas kenyataan amat rasis itu. Dengan nada yang lebih tegas, Dzulkarnain mendakwa, mungkin inilah hasil yang diperolehi oleh Pas dan PKR yang selama ini rela menghulur leher mereka untuk menjadi anjing belaan Dap. “Kami mencabar Pas dan PKR supaya menjadi anak jantan mengecam kebiadapan Tony dan Teresa dan bukannya hamba politik DAP,” katanya. Sehubungan itu, ujarnya, Gabungan NGO Islam-Melayu mendesak supaya kedua-dua individu ini yang bernaung di bawah keistimewaan sebagai Ahli Dewan Rakyat dilucutkan kerakyatan sebagai pengajaran di atas keceluparan dan pengkhianatan mereka terhadap orang Melayu. Dakwanya, tidak ada lagi bahasa yang lebih cucuk dan sesuai untuk digunakan terhadap kedua-dua mereka kecuali kecaman dan bidasan yang keras dan penuh kemarahan. Kata Dzulkarnain, perbuatan dan percakapan mereka tidak langsung mencerminkan permuafakatan antara kaum yang sedia terjalin dengan baik antara semua kaum di negara ini.

Zulkifli, Sabarudin mati ditembak di kepala - Pakar

KOTA KINABALU 26 Jun - Seorang Pakar Forensik Hospital Queen Elizabeth memberitahu Mahkamah Tinggi di sini hari ini bahawa punca kematian dua anggota VAT 69 yang terkorban dalam serangan kumpulan pengganas Kiram di Kampung Tanduo Lahad Datu pada 1 Mac lalu adalah kerana tembakan di kepala.

Dua anggota yang terkorban dalam insiden itu ialah Allahyarham Asisten Supritendan Zulkifli Mamat, 29, dan Allahyarham Sarjan Sabarudin Daud, 46.

Dr. Amir Saad Abdul Rahim melakukan bedah siasat terhadap kedua-dua mangsa itu pada pukul 7 malam hari sama selepas pertempuran antara pasukan keselamatan negara dan kumpulan pengganas Kiram berlaku.

Beliau yang melakukan kira-kira 900 bedah siasat sejak berkhidmat sebagai doktor pada 1996 berkata demikian semasa disoal oleh Timbalan Pendakwa Raya, Datuk Nordin Hassan dalam perbicaraan kes Koperal Hassan Ali Basari yang didakwa dengan sengaja tidak memberi maklumat mengenai pengganas di Lahad Datu. - UTUSAN ONLINE

Wednesday, 26 June 2013

Wan Ahmad: SPR jadi ‘kambing hitam’ kerana Pakatan takut salahkan rakyat

Oleh Mohd Farhan Darwis
 
Pakatan Rakyat (PR) takut menyalahkan rakyat dengan keputusan Pilihan Raya 2013 yang tidak memihak kepada mereka, kata Timbalan Pengerusi Suruhanjaya Pilihan Raya (SPR) Datuk Wan Ahmad Wan Omar (gambar) menyebabkan mereka menjadikan pengendali pilihan raya itu sebagai "kambing hitam" dan mangsa untuk melepaskan kemarahan.

Wan Ahmad menegaskan, rasa marah yang timbul oleh kepimpinan PR itu kemudiannya disalurkan kepada penyokong mereka yang tidak mengerti akan undang-undang dan seterusnya meluahkan rasa marah dengan membantah keputusan pilihan raya di jalanan dan terbaru demonstrasi di hadapan Parlimen semalam.

"Generasi muda tidak faham ... bila timbul emosi dan sudah pasti terbit rasa marah, dan mengambil jalan mudah dengan menyalahkan SPR, serta menjadikan SPR sebagai kambing hitam," katanya ketika dihubungi The Malaysia Insider.

Semalam, sekumpulan lebih 100 anak muda daripada Solidariti Anak Muda Malaysia (SAMM) mengadakan demonstrasi di perkarangan pintu masuk Parlimen sempena upacara mengangkat sumpah ahli Parlimen bagi Sidang Dewan Rakyat ke-13.

Demonstrasi yang bermula sekitar jam 9 pagi dan berakhir tiga jam kemudian itu menunutut agar Pengerusi SPR Tan Sri Abdul Aziz Mohd Yusof dan timbalannya Wan Ahmad meletakkan jawatan ekoran dakwaan wujudnya kecurangan dalam Pilihan raya Umum ke-13 (PRU13) pada 5 Mei lalu.

Demonstrasi semalam turut menyaksikan beberapa  aktivis seperti Adam Adli Abdul Halim, Badrul Hisham Shaharin, Pengerusi Solidariti Mahasiswa Malaysia (SMM) Safwan Anang, dan juga Shukri Razab.

"Tindakan mereka (demonstrasi) tak masuk akal .. kita buat kerja betul, ikut undang-undang," katanya lagi.

Beliau turut berkata tindakan demonstrasi dan himpunan dilaksanakan PR juga seperti mempunyai agenda tersembunyi, yang mana SPR telah melaksanakan tugas dengan betul ketika pilihan raya.

"Kami telah jalankan tugas dengan baik semasa pilihan raya. Ada negeri yang telah angkat sumpah di Dewan Negeri, dan semalam upacara mengangkat sumpah di Parlimen ... ini sudah pasti ada agenda lain.

"Tapi saya tidak tahulah apa agenda mereka," katanya.

Wan Ahmad menegaskan PR menjangkakan akan memenangi Pilihan Raya 2013, namun apabila itu tidak berlaku, SPR menjadi sasaran mudah dan disalahkan.

"Mereka tewas kepada Barisan Nasional (BN) mereka rasa marah, nak kata rakyat tidak memilih, mereka takut ... jadi jalan mudah adalah menyalahkan pengendali pilihan raya," katanya.

Ditanya respon terhadap gesaan untuk pengerusi dan dirinya meletakkan jawatan, Wan Ahmad menegaskan peserta demonstrasi itu menuntut perkara yang bercanggah dengan sistem perundangan dan Perlembagaan, dan bukan keperluan untuk mereka melayani permintaan tersebut.

"Mereka dipengaruhi tuduhan-tuduhan tidak berasas, kemudian rasa marah dan duduk di tepi jalan ... itu kerja sia-sia," katanya lagi, dan menambah pemimpin PR perlu menunggu keputsan petisyen sebelum membuat dakwaan-dakwaan terhadap pengendali pilihan raya itu.-The Malaysian Insider 

Ayah macam binatang!

Oleh Zatul Iffah Zolkiply

Kuala Terengganu: Tangisannya yang didengar jiran menyelamatkan seorang budak lelaki berusia tujuh tahun daripada terus menderita kelaparan selepas beberapa hari dikurung sendirian tanpa diberi makan dan minum di Taman Perumahan Gong Badak, di sini.

Lebih menyayat hati, ketika diselamatkan polis kira-kira jam 4.30 petang kelmarin mangsa ditemui dengan kesan cucuhan puntung rokok di badannya dipercayai akibat didera, selain kedua-dua kaki melecur serta bernanah.

Ketua Jabatan Siasatan Jenayah Terengganu Asisten Komisioner K Manoharan berkata, kanak-kanak itu ditemui polis dan pegawai Jabatan Kebajikan Masyarakat (JKM) dalam keadaan lemah akibat kelaparan serta kesakitan.

Menurutnya, sebelum itu pegawai JKM terbabit yang berusia 41 tahun itu menghubungi Balai Polis Gong Badak, di sini, dan memaklumkan aduan diterimanya mengenai mangsa yang dikurung serta meminta bantuan polis untuk ke tempat kejadian.

FotoKEADAAN kanak-kanak lelaki berusia tujuh tahun yang cedera dipercayai akibat didera bapa tirinya.

Foto

“Pegawai JKM itu dihubungi jiran mangsa yang terdengar tangisan seorang kanak-kanak di dalam rumah yang disewa bapa tirinya berusia 26 tahun.-Metro

Tuesday, 25 June 2013

Tutup Jonker Walk bersifat politik - Pembangkang

SHAH ALAM: Tindakan kerajaan negeri Melaka menutup pasar malam hujung minggu yang dikenali sebagai Jonker Walk adalah tindak balas politik terhadap pengundi Cina yang menyokong pembangkang pada pilihan raya umum 5 Mei lalu, kata DAP. Dalam kenyataan akhbarnya, ADUN Kesidang Chin Choong Seong mempersoalkan keputusan yang dibuat oleh Ketua Menteri Melaka Datuk Idris Haron setelah MCA mencatatkan keputusan paling buruk pada PRU-13 itu. "Jelas ini tindak balas paling tidak demokratik oleh BN terhadap masyarakat Cina dengan cubaan menakut-nakutkan mereka. Tindakan memalukan ini tidak akan mencapai objektifnya. "Sebaliknya, ia akan terus mengasing mereka dengan masyarakat," katanya. Akhbar berbahasa Cina Kwong Wah Daily, melaporkan, semlam, Idris berkata keputusan yang dibuat oleh majlis mesyuarat exco Melaka pada 12 Jun lalu untuk menutup Jonker Walk adalah sebagai menghormati kehendak rakyat. Idris mengingatkan bahawa DAP yang membuat bantahan terhadap keputusan kerajaan negeri yang melarang kenderaan memasuki jalan di Jonker Walk bagi menjadikan kawasan itu tempat membeli belah. Ketika itu, katanya DAP membidas kerajaan negeri kerana mengorbankan kepentingan pengguna jalan raya demi menjaga nasib 200 penjaja dan peniaga kecil, 13 tahun lalu. "Sekarang, kita dapati kebanyakan penduduk Melaka menyokong calon DAP berbanding MCA, yang bertungkus lumus berkhidmat kepada mereka. Justeru, kita memutuskan untuk menamatkan pasar malam itu dan berharap mereka akan berpuas hati," kata akhbar itu yang memetik Idris. Beliau juga dilaporkan mengakui kekalahan MCA adalah punca kerajaan negeri menutup Jonker Walk. Pada pilihan raya umum lalu, MCA bukan sahaja gagal merampas Parlimen Kota Melaka, tetapi Ketua Menteri Datuk Seri Ali Rustam yang berpindah ke Parlimen Bukit Katil tewas di tangan Ketua Pemuda PKR Shamsul Iskandar Mat Akin. sumber: Antarapos.com

Monday, 24 June 2013

CARI PEREMPUAN CINA BANGSAT NI !!!

Budak Sri Kinta: CARI PEREMPUAN CINA BANGSAT NI !!!: Inilah wajah perempuan cina DAP yang terang2 berani menghina nabi MUHAMMAD SAW. Apa tindakan dari pihak kerajaan ? tak  kan nak di ...

Mulut berbau racun

Oleh Mohd Razlan Salleh

Tongod: Meskipun diberi minum racun dan dibuang tanpa sehelai pakaian sebaik dilahirkan, namun nasib tetap menyebelahi seorang bayi lelaki apabila ditemui penduduk dalam keadaan masih hidup sebelum diberi rawatan tradisional.

Namun, keadaan bayi malang itu ditemui di depan rumah kongsi pekerja ladang kelapa sawit di Ladang KJS di Kampung Inarad, di sini, kira-kira jam 5.30 petang pada 16 Jun lalu, dilihat semakin lemah.

Keadaan itu menyebabkan penduduk segera menghantarnya ke klinik bergerak, kelmarin, bagi mendapatkan rawatan.

Difahamkan, bayi itu dipercayai cuba digugurkan ibunya ketika kandungan berusia lima bulan, tetapi sebaik ‘dilahirkan’, bayi berkenaan terus bernyawa.

Tidak sanggup membunuh dengan mencederakan bayi itu, pelaku yang lebih kejam daripada binatang itu kemudian memberi insan kecil itu racun sebelum meninggalkan bayi terbabit dalam keadaan bogel di hadapan rumah pekerja ladang sawit.

Individu menemui bayi terbabit mendakwa mulut bayi itu berbau racun dan masih hidup sebelum dirawat menggunakan perubatan tradisional.

Ketua Polis Daerah Kinabatangan Deputi Superintendan Martin Lugu ketika dihubungi semalam, mengesahkan kejadian itu dan pihaknya masih melakukan siasatan.

“Saya difahamkan sebaik menemui bayi yang dilahirkan tidak cukup bulan itu, pekerja ladang hanya membawanya berubat menggunakan kaedah tradisional berikutan kedudukan ladang yang jauh dari hospital.

“Namun, oleh kerana keadaannya semakin lemah, bayi itu dihantar ke Klinik Bergerak Kampung Inarad, kelmarin, bagi mendapatkan rawatan sebelum dirujuk ke Klinik Kesihatan Telupid sebelum satu laporan polis dibuat,” katanya.

Martin berkata, siasatan awal mendapati, mulut bayi itu berbau racun ketika ditemui dan sehingga kini, belum ada individu yang tampil menuntut bayi terbabit.

“Polis akan menjalankan siasatan lanjut dan meminta orang ramai yang mempunyai maklumat menghubungi balai polis berhampiran bagi membantu siasatan,” katanya.

Martin berkata, kes disiasat mengikut Seksyen 31, Kanun Keseksaan kerana membuang bayi.-Metro

Patung purba bergerak sendiri

Manchester: Satu patung purba dari Mesir yang dipamerkan di sebuah muzium menimbulkan kegemparan apabila ia bergerak dan dipercayai ada kaitan dengan kewujudan semangat dalam objek itu yang cuba keluar dari situ.

Patung batu berusia 4,000 tahun itu dilaporkan berpusing perlahan-lahan sehingga 360 darjah walaupun berada dalam kotak kaca yang dikunci rapi. Patung setinggi kira-kira 25.5 sentimeter itu mula dipamerkan kepada orang awam sejak 80 tahun lalu dan didakwa menjadi persembahan kepada dewa Osiris.

Masyarakat Mesir purba menganggap Osiris sebagai dewa kematian. Hanya beberapa kakitangan Muzium Manchester dibenarkan mengakses patung berkenaan. Seorang daripada mereka ialah kurator artifak Campbell Price, 29, yang menjadi individu pertama mengesan keanehan berkenaan. Kata Price, kebanyakan pakar Mesir purba tidak percaya kepada benda karut, tetapi dia masih tertanya-tanya bagaimana kedudukan patung itu boleh berubah sendiri. “Pada satu hari saya dapati patung ini menghadap ke arah lain dan sehari kemudian, ia beralih ke arah lain.

“Tiada objek lain yang dipamerkan di muzium ini beralih kedudukan dan ia sangat luar biasa,” katanya. Menurut Price, masyarakat Mesir purba percaya patung dewa seperti itu boleh menjadi tempat alternatif kepada roh seseorang selepas kematiannya. “Tetapi mereka pun akan terkejut jika patung seperti ini bergerak sendiri,” katanya.

Disebabkan kejadian aneh itu, kakitangan muzium kemudian memasang kamera untuk merakamkan keadaan patung berkenaan setiap saat selama seminggu.

Berdasarkan rakaman itu, mereka terkejut apabila mendapati patung berkenaan membuat pusingan 360 darjah. Antara penjelasan yang dapat difikirkan ialah, kesan gegaran daripada tapak kaki pengunjung muzium, atau akibat trafik di luar bangunan.

Bagaimanapun, ia masih gagal menjelaskan mengapa patung itu tidak pernah bergerak sendiri sebelum ini. Price berkata, selama beberapa dekad patung itu diletakkan dalam bekas kaca dan ia tidak pernah bergerak sendiri. Sesetengah pihak percaya patung itu membawa sumpahan firaun dan membawa kecelakaan kepada sesiapa yang mencurinya dari kubur zaman silam. - Agensi/Metro

Selepas dua tahun Akta Darurat dimansuhkan, perdebatan muncul kembali

Oleh Rita Jong, Jennifer Gomez dan Elizabeth Zachariah

Dua tahun selepas pemansuhan Akta Darurat (EO) penggubal undang-undang masih lagi belum pasti sama ada ianya langkah tepat dalam usaha untuk memerangi jenayah.

Pemansuhan dianggap sebagai baik atau buruk, bergantung kepada siapa anda bertanya.
Seorang peguam jenayah mengatakan sebagai seorang profesional, beliau bersetuju undang-undang pencegahan itu tidak diperlukan kerana menentang penahanan tanpa bicara.

Akan tetapi, sebagai seorang rakyat biasa, beliau bersimpati dengan polis yang telah mengatakan secara terbuka mereka bergantung kepada Akta Darurat apabila gagal untuk mendapatkan cukup bukti bagi mendakwa penjenayah tegar dan ketua sindiket.

Ini adalah pendirian seimbang diambil oleh peguam M. Athimulan apabila diminta memberikan komen terhadap laporan The Malaysian Insider di mana beberapa pegawai polis kanan menyalahkan peningkatan jenayah ganas disebabkan pemansuhan Akta Darurat pada tahun 2011.

Penasihat Yayasan Pencegahan Jenayah Selangor Tan Sri Ramon Navaratnam pada Julai tahun lepas mengatakan pemansuhan Akta Darurat menyebabkan seramai 2,000 bekas tahanan di Selangor bergerak bebas.

“Sebagai seorang rakyat saya akan kata EO mungkin diperlukan, akan tetapi perlu ada semak dan imbang untuk memastikan tiada penyalahgunaan oleh polis,” katanya.

Seorang lagi peguam terkemuka Amer Hamzah Arshad bagaimanapun merasakan EO digunakan oleh polis sebagai alasan mudah untuk “melepaskan diri.”

“Bagaimana mereka boleh kaitkan pemansuhan EO dengan peningkatan dalam kadar jenayah?

“Bagaimanapun, mereka tidak boleh membuat keputusan tanpa kajian terperici sebelum bercakap tentang ini?” soal beliau.

Beliau mengatakan polis seharusnya menyelesaikan kes jenayah dengan menyiasat kes dan menahan suspek hanya apabila mereka mempunyai bukti.

Amer mengatakan di bawah EO, polis akan menahan suspek di bawah EO.

“Dua tahun selepas itu mereka dibebaskan. Lepas tu apa? Soal beliau.

Beliau menambah walaupun ia memberikan persepsi baik polis membuat kerja mereka, akan tetapi tidak menyatakan punca sebenar isu itu.

Menurut Amer, seorang hakim Mahkamah Tinggi pernah mengatakan pasukan polis Malaysia bertaraf dunia jadi, EO tidak diperlukan.

Ahli kriminologi Dr P. Sundramoorthy bagaimanapun, percaya undang-undang pencegahan masih lagi diperlukan di Malaysia untuk menghapuskan kongsi gelap dan aktiviti samseng.

“Undang-undang pencegahan bukan untuk membuat kerja polis lebih mudah akan tetapi untuk mengawal kongsi gelap dan sindiket jenayah,” katanya.

Beliau bersetuju dengan polis yang mendakwa peningkatan jenayah baru-baru ini disebabkan oleh pemansuhan undang-undang itu.

“Sudah pasti, mereka yang ditahan telah kembali kepada cara lama mereka dengan jaringan lebih baik dalam dunia jenayah,” katanya.

Prof Madya kriminologi di Universiti Sains Malaysia itu mengatakan akibat daripada desakan kumpulan hak asasi manusia untuk memansuhkan undang-undang pencegahan, pasukan kriminologinya menghantar satu laporan dengan cadangan kepada kerajaan.

“Kita menasihatkan kerajaan untuk memansuhkan Akta Kediaman Terhad akan tetapi menyemak semula EO.

“Kita seharusnya mempunyai undang-undang sama dengan EO akan tetapi perlu ada semak dan imbang supaya tiada penyalahgunaan,” tambah beliau.

Beliau menegaskan jenayah berkaitan dengan kongsi gelap dan kumpulan samseng tidak dapat dihapuskan dengan undang-undang biasa kerana kebanyakkan daripada kes-kes, saksi takut untuk ke hadapan memberikan keterangan.

“Ia adalah sukar dan EO berjaya tahun kebelakangan ini dengan sedikit kesilapan,” katanya.

Ahli Parlimen Petaling Jaya Utara Tony Pua mengatakan pasukan polis tidak wajar memberikan alasan pemansuhan Akta Darurat pada 2011 sebagai alasan peningkatan jenayah di dalam negara.

"Jika polis telah mendapat 'maklumat dan kenyataan daripada saksi serta disahkan mereka', jadi mengapakah mereka tidak dapat mendakwa penjenayah di mahkamah dan heret mereka ke penjara," soal Pua.- The Malaysian Insider

Friday, 21 June 2013

Wanita berang campak perempuan simpanan suami ke dalam gaung

Lima: Gara-gara berang tertipu dengan hubungan sulit, seorang wanita mencampakkan perempuan simpanan suaminya ke dalam gaung sejurus selepas kecurangan itu terbongkar.
Ibu kepada empat anak, Lissette Lupo Mamani dilaporkan mengintip jejak suaminya yang menjalin hubungan terlarang dengan Sandra Bruna Morales, 25.
Rakaman kamera litar tertutup di tempat kejadian menunjukkan bagaimana suami Lissette, Renzo Zanabria Huanca lari lintang-pukang sebaik saja isterinya menyergah mereka di Arequipa, Peru, semalam.
Lissette pula terus membelasah Sandra sebelum mengheret rambut wanita terbabit ke gaung berhampiran. Lissette kemudian menolak Sandra ke situ.
Bagaimanapun Sandra bernasib baik kerana terjatuh hanya setinggi enam meter dan dia tidak mengalami sebarang kecederaan serius. Sandra kemudian dirawat di hospital kerana mengalami kecederaan ringan.
Tidak dapat dipastikan sama ada Lissette akan didakwa atas tindakannya itu. Sementara itu ketika ditemui media, Lissette berkata, dia tidak ingat insiden berkenaan kecuali ketika dia menarik rambut kekasih suaminya. Huanca pula mendakwa, dia bertemu Sandra untuk menamatkan hubungan sulit mereka dan mahu kembali kepada Lissette. - AFP/Metro

'Liger' lahirkan anak hibrid

MOSCOW 20 Jun - Seekor haiwan kacukan singa-harimau betina dikenali sebagai 'liger' dilapor melahirkan tiga ekor anak spesies hibrid baharu liger-singa yang digelar sebagai liliger di sebuah zoo di Rusia pada bulan lalu.

Ibu ketiga-tiga liliger yang dinamakan Zita itu, merupakan spesies hibrid singa-harimau yang dikenali sebagai 'liger' iaitu spesies kucing terbesar di dunia.

Zita dilahirkan di Zoo Novosibirsk, Rusia pada 2004 dan pasangannya, Sam merupakan seekor singa Afrika.

Anak pertama Zita lahir pada tahun lepas, dan pada Mei lalu ia melahirkan tiga lagi anak yang kesemuanya betina.

Rupa ketiga-tiga anak haiwan itu kelihatan seperti harimau biasa, tetapi ia merupakan spesies yang unik dan jarang ditemui.

Ketiga-tiga anak yang baru dilahirkan itu digelar sebagai 'liliger' hasil kacukan antara singa dan liger.

Liger mempunyai karakter yang sama seperti singa dan harimau iaitu gemar berenang dan bergaul.

Spesies tersebut diletakkan di bawah penjagaan zoo kerana habitat singa dan harimau sangat berbeza. - AGENSI/Utusan

China bangun pantai bogel

TANGSHAN - Pihak pentadbiran sebuah daerah di wilayah Hebei, utara China akan membuka sebuah pantai yang membenarkan pengunjungnya berbogel, lapor sebuah akhbar kelmarin.

Timbalan Ketua Daerah Luan, Tian Wenxue berkata, daerah itu akan melabur sebanyak AS$516 juta (RM1.6 bilion) untuk membangunkan pantai berkenaan.

Lokasi pelancongan itu meliputi kawasan seluas 533 hektar bersebelahan dengan sungai Luan.

Sebanyak 100 juta yuan (RM52 juta) lagi akan dilabur untuk pembangunan kelengkapan multimedia.

Katanya, lokasi tersebut akan dilengkapi padang golf dan ladang ternakan kuda.

Daerah Luan terletak di timur wilayah Hebei dan berada di bawah pentadbiran Bandar raya Tangshan. - Agensi/Kosmo

Thursday, 20 June 2013

: MELAYU WAJIB SEBARKAN ARTIKEL INI : RASIS ALA KECI...

GERAKAN ANTI PKR: MELAYU WAJIB SEBARKAN ARTIKEL INI : RASIS ALA KECI...: UNTUK memastikan Ketuanan Cina dominan di Singapura, kuasa pengundi Melayu Singapura telah dicairkan secara sistematik dengan skim pene...

SOKONG Amtek Holding!

BLOG Boikot Barangan Cina Dap: SOKONG Amtek Holding!:   Sokong Amtek Holding yang mengeluarkan jeans dan kasut berjenama Lee Cooper dan Lois dimiliki oleh Syed Mokhtar Bukhari. Padini bukan ...

Tak Boleh Nafi, Bukti Fakta Tsunami Cina

Helen Ang – Orang Cina sudah tunjuk belang dan tunjuk taring. Akan tetapi sekarang ini DAP yang telah menang besar dengan ehsan undi masyarakat Cina pula mahu menafi bahawa ada berlakunya “tsunami Cina”.
Dalam pilihanraya umum yang dijalankan pada tempoh hari, DAP menang 38 kerusi Parlimen. Parti tersebut berjaya menang 10 buah kerusi baru sementara mengekalkan semua 28 kerusinya yang sedia ada.
PAS hilang dua kerusi Parlimen (dulu 23 sekarang 21) manakala PKR hilang satu (daripada 31 kerusi pada Mac 2008).
Kerusi-kerusi Parlimen yang dimenangi DAP kali ini dalam PRU13 ialah:
    1. Gelang Patah — keluar mengundi: 88.9%
      (pemilih Cina: 52%, pemilih Melayu: 34%, Lim Kit Siang menang dengan majoriti 14,762 undi)
      .
    2. Kulai — 89.2%
      (C: 56%, M: 33%, Teo Nie Ching, 13,450)
      .
    3. Kluang — 86.6%
      (C: 49%, M: 39%, Liew Chin Tong, 7,359).
      .
    4. Raub — 82.9%
      (C: 40%, M: 50%, Sakmongkol, 2,814)
      .
    5. Kampar — 77.2%
      (C: 61%, M: 29%, Ko Chung Sen, 5,400)
      .
    6. Sibu — 79.7%
      (C: 65%, pribumi: 35%, Oscar Ling, 2,841)
      .
    7. Stampin — 77.2%
      (C: 73%, pribumi: 26%, Julian Tan, 18,670)
      .
    8. Sarikei — 77.4%
      (C: 66%, pribumi: 34%, Wong Ling Biu, 505)
      .
    9. Lanang — 78:6%
      (C: 72%, pribumi: 28%, Alice Lau, 8,630)
      .
    10. Sandakan — 75.3%
      (C: 53%, pribumi: 46%, Wong Tien Fatt, 1,088)
    Sembilan daripada 10 kerusi Parlimen yang baru “ini kali lah” dimenangi DAP terletak di kawasan majoriti Cina.
    Sembilan daripada 10 Ahli Parlimen baru DAP adalah orang Cina.
    Sabah dan Sarawak: Empat kerusi Parlimen yang baru “ini kali lah” dimenangi DAP di Sarawak – iaitu Stampin, Sarikei, Lanang dan Sibu (sebelum ini dimenangi DAP dalam pilihanraya kecil) – mempunyai 65-73 peratus pemilih Cina.
    Kerusi Parlimen yang baru “ini kali lah” dimenangi DAP di Sandakan, Sabah juga majoriti Cina.
    Johor: “Ini kali lah” DAP berjaya menembusi tembok BN di kubu Johor dengan memenangi kerusi Parlimen Gelang Patah, Kluang dan Kulai dengan majoriti besar beserta mengekalkan kerusi Bakri. Kalau bukan atas undi Cina, siapa lagi?
    DAP menampilkan 14 orang calon bertanding kerusi DUN di Johor.
    Mereka ialah Tan Chen Choon (Jementah), Lim Eng Guan (Bekok), Ee Chin Li (Tangkak), Chua Wee Beng (Bentayan), Chew Peck Choo (Yong Peng), Gan Peck Cheng (Penggaram, Tan Hong Pin (Mengkibol), Liow Cai Tung (Johor Jaya), Chen Kah Eng (Stulang), Cheo Yee How (Pengkalan Rinting), Dr Boo Cheng Hau (Skudai), Wong Shu Qi (Senai), Yeo Tung Siong (Pekan Nenas). Kesemua-semua 13 calon Cina menang.
    Hanya seorang sahaja calon DAP kalah di DUN Johor, iaitu Shanker a/l Rengganathan di Paloh.

    Statistik PRU13

    Sejumlah 11,054,577 undi dibuang dalam pemilihan peringkat Parlimen PRU13.
    Pakatan meraih undi popular sebanyak 50.9 peratus, yakni 5,623,984 undi. BN hilang sokongan popular dengan mencatat 47.4 peratus / 5,237,699 undi.
    Umno parti yang mendapat undi terbanyak, yakni 3,241,286 atau 29.3 peratus undi.
    DAP memperolehi 1,736,267 undi, iaitu 15.7 peratus berbanding 882,538 undi (7.98%) yang dipungut MCA. Secara kasar berdasarkan kiraan undi popular, prestasi DAP dua kali ganda lebih baik pencapaian MCA.
    Kedudukan kerusi Parlimen:
    • Umno — 88
    • DAP — 38
    • PKR — 30
    • PAS — 21
    • MCA — 7
    • MIC — 4
    • Gerakan — 1

    Kesan pengaruh undi Cina

    Kelantan dan Terengganu hanya mempunyai segelintir sahaja penduduk Cina, masing-masing 3.4% dan 2.6%. Intipatinya pemilih Cina tidak mengenakan apa-apa impak mendalam terhadap kutipan undi di kedua-dua negeri pantai timur tersebut di mana PAS menongkah arus dengan pencapaian yang memuaskan.
    Kesan tsunami Cina paling ketara di Johor. Pada tahun 2008, pembangkang menang satu kerusi Parlimen (Bakri) dan empat kerusi DUN.
    Dalam PRU13, pembangkang menang lima kerusi Parlimen di Johor — Bakri, Gelang Patah, Kulai, Kluang (semua DAP) beserta Batu Pahat di mana Puad Zarkashi, calon Umno mesra Perkasa yang dipandang sebagai seorang Melayu ultra, telah tewas kepada calon PKR. Batu Pahat ialah sebuah kawasan 45.6 peratus pemilih Cina.
    Seterusnya DAP kalah tipis di Labis dan Bentong.
    LABIS 

    • Peratus mengundi: 84.91% (berbanding 71.82% tahun 2008)
    • Pecahan kaum: M: 36.5%,  C: 46.5%,  I: 15.1%
    • Undi: MCA: 15,821  DAP: 25,568  Majoriti: 353
    BENTONG
    • Peratus mengundi: 84.51% (berbanding 72.69% tahun 2008)
    • Pecahan Kaum: M: 44.9%,  C: 43.9%,  I: 9.12%
    • Undi: MCA: 25,947  DAP: 25,568  Majoriti: 379
    Keputusan di Labis dan Bentong menunjukkan bahawa undi Cina telah berpindah secara besar-besaran kepada DAP dan pembangkang.
    Seorang fellow di badan pemikir Penang Institute Dr Wong Chin Huat berpendapatbahawa undi Cina akan amat kuat pengaruhnya jikalau orang Cina melaksanakan strategi mengundi secara bersatupadu (“vote as a bloc”). Telahan Chin Huat – yang juga seorang ahli jawatankuasa pemandu Bersih – telah dibuktikan sebagai begitu tepat sekali.
    [Nota: Penang Institute ialah sebuah think-tank yang dipengerusikan oleh Lim Guan Eng; CEOnya ialah Zairil Khir Johari.]

    Voter turnout memberangsangkan

    Mengikut laporan Sin Chew pada 29 Mac 2013, pemilih berdaftar Cina berjumlah 3.94 juta orang ataupun hampir 30 peratus daripada pecahan pemilih kesemuanya.
    Mengikut kenyataan Suruhanjaya Pilihanraya, 84.84 peratus pemilih keluar mengundi pada 5 Mei 2013.
    Voter turnout secara am sebanyak 85 peratus (angka dibulatkan) adalah amat tinggi. Besar kemungkinan di kalangan hampir 4 juta pemilih Cina itu, voter turnoutboleh mencecah 90 peratus ataupun lebih.
    Kawasan-kawasan yang dimenangi DAP semuanya merekodkan peratusan voter turnout yang tinggi. Di Gelang Patah ianya 88.9%, Kulai 89.2%, Kluang 86.6% dan Bakri 86.7%. Maksudnya orang Cina berduyun-duyun keluar memberi sokongan kepada DAP.
    Tweet oleh Rajiv Rishyakaran, pembantu peribadi Hannah Yeoh yang berjaya dilantik menjadi Adun Bukit Gasing, Petaling Jaya “ini kali lah”

    Tambahan undi kepada Pakatan

    Pada tahun 2008, Pakatan memperolehi 653,120 undi di Selangor. Dalam pilihanraya tahun ini, undi Pakatan ialah 1,044,758. Tambahan undi kepada Pakatan di Selangor ialah sebanyak 391,638.
    Sementara itu, peningkatan undi bagi BN di Selangor dari tahun 2008 ke 2013 hanya sebanyak 163,411.
    DAP amat giat mengusahakan kempen mendaftar pengundi baru. Pada tahun 2008, DUN Subang Jaya mempunyai 33,412 orang pemilih manakala pada tahun 2013, jumlah pemilih kawasan tersebut telah meningkat hampir dua kali ganda kepada 61,688.
    Di Pulau Pinang, Pakatan memperolehi sejumlah 492,863 undi dalam PRU13 berbanding 331,771 dalam PRU12. Tambahan undi kepada Pakatan di Pulau Pinang ialah sebanyak 161,092.
    Sementara itu, peningkatan undi bagi BN di Pulau Pinang dari tahun 2008 ke 2013 sekelumit sahaja, iaitu 19,691.
    Pola yang perlu diperhatikan ialah peningkatan undi yang begitu banyak bagi Pakatan di negeri-negeri yang dikuasai mereka iaitu Selangor dan Pulau Pinang.
    Perkembangan ini dipupuk dengan usaha-usaha mencuci otak menerusi pendedahan tepu kepada media rasmi negeri Selangor TV, Media Selangorku,Selangorkini, Selangor Times dan The Star Metro.
    Sekiranya dikaji negeri-negeri yang diperintah BN, tidak terdapat peningkatan jumlah pemilih yang mendadak. Di Pahang contohnya, BN mendapat 337,596 undi dalam PRU13 berbanding 268,288 dalam PRU12, iaitu pertambahan sebanyak 69,308 undi.
    Mengikut banci yang dijalankan pada tahun 2010, Pahang mempunyai jumlah penduduk seramai 1,500,817 dan Pulau Pinang seramai 1,561,383.
    Pahang dan Pulau Pinang mempunyai jumlah penduduk yang dekat-dekat sama (1.5 juta) tetapi di Pahang hanya 611,766 orang pemilih keluar mengundi (tidak termasuk undi rosak) berbanding di Pulau Pinang 727,244 (undi sah) dalam PRU13.
    Perbandingan Pahang (negeri BN) dan Pulau Pinang (negeri DAP) menunjukkan penyokong parti DAP lebih mengambil berat penglibatan yang aktif dalam politik.
    Kesimpulannya DAP sangat cekap dan agresif dalam menanam naluri fanatisme politik dalam sanubari para pengikut mereka.

    Pertambahan undi Cina

    Dalam PRU13, sebanyak 5,623,984 undi diberikan kepada Pakatan. Dalam PRU12, Pakatan telah mendapat 3,746,028 undi.
    Bermakna Pakatan memperolehi tambahan sebanyak 1,877,956 undi.
    Tambahan undi kepada Pakatan adalah paling banyak di:
    • Selangor: peningkatan sebanyak 391,638 (naik daripada 653,120 kepada lebih satu juta)
    • Johor: peningkatan 306,617
    • Perak: 175,151
    • Pulau Pinang: 161,092
    • Sarawak: 151,915
    • Wilayah Persekutuan: 125,422

    Pulau Pinang

    DAP menang semua 19 kerusi DUN yang ditandinginya di Pulau Pinang.
    PKR pula mengetengahkan calon-calon berikut:
    1. Syed Mikael Rizal Aidid (Bertam) — kalah
    2. Ahmad Zakiyuddin Abd Rahman (Pinang Tunggal) — kalah
    3. Norhayati Jaafar (Telok Ayer Tawar) — kalah
    4. Afif Bahardin (Seberang Jaya) — menang
    5. Norlela Ariffin (Penanti) — menang
    6. Lee Khai Loon (Machang Bubuk) — menang
    7. Ong Chin Wen (Bukit Tengah) — menang
    8. Law Choo Kiang (Bukit Tambun) — menang
    9. Maktar Shapee (Sungai Bakap) — menang
    10. Badrul Hisham Shaharin (Sungai Acheh) — kalah
    11. Cheah Kah Peng (Kebun Bunga) — menang
    12. Jayabalan A Thambyappa (Batu Uban) — menang
    13. Mohd Rashid Hasnon (Pantai Jerejak) — menang
    14. Abdul Malik Abdul Kassim (Batu Maung) — menang
    15. Mohd Tuah Ismail (Pulau Betong) — kalah
    16. Abdul Halim Hussain (Teluk Bahang) — kalah
    Semua calon Cina PKR menang di Pulau Pinang.
    Enam calon PKR Melayu di Pulau Pinang kalah:
    • Bertam (pemilih Melayu: 61.9%)
    • Pinang Tunggal (M: 70.2%)
    • Telok Ayer Tawar (M: 65.4%)
    • Sungai Acheh (M: 68.7%)
    • Pulau Betong (M: 59.1%)
    • Teluk Bahang (M: 60.4%)
    Pola pengundian menunjukkan bahawa Pakatan ditolak di kawasan-kawasan Melayu pekat di Pulau Pinang.

    Perak dan Selangor

    Kerajaan negeri Perak 2013 dibentuk oleh 30 orang Adun Umno dan seorang Adun MCA. Calon-calon Gerakan (4), MIC (3) dan PPP (1) semua tewas.
    Calon-calon Pakatan yang menang di DUN Perak ialah DAP (18), PKR (5), PAS (5).
    DUN Perak dipisahkan mengikut garis pihak pemerintah Melayu di satu belah dan puak pembangkang Cina di belah yang lain.
    Di Selangor, kekuatan ketiga-tiga komponen Pakatan adalah setara dengan DAP 15, PAS 15, PKR 14 kerusi DUN dipegang masing-masing.
    Pemimpin DAP dan Dapster menguar-uarkan bahawa pemilih mengundi mengikut “urban-rural divide”, yakni orang bandar termasuk kaum Melayu dan generasi muda memilih Pakatan manakala orang kampung memilih BN.
    Rumusan ini nampaknya boleh diterimapakai di Selangor. Sudah tentu sekali Melayu yang memilih pembangkang adalah peminat tegar The Star!
    Ruj. carta pai: Sebanyak 25 peratus pembaca The Star ialah orang Melayu.

    http://adqrate.com/newspaper/details?id=32&type=1

    Johor dan Sarawak

    Terdapat pertambahan besar penyokong Pakatan di Johor dan di Sarawak. Di kedua-dua negeri ini, DAP yang menang besar.
    Di Johor, DAP menang 13 kerusi DUN kali ini berbanding 4 pada tahun 2008. PAS menang 4 kerusi DUN di Johor dan PKR satu. Bermakna undi bagi pembangkang di Johor adalah kebanyakannya undi untuk Cina DAP.
    Di Sarawak, DAP menang 5 kerusi Parlimen kali ini berbanding satu pada tahun 2008.
    PKR menang satu kerusi Parlimen Sarawak dan PAS sifar. Bermakna undi bagi pembangkang di Sarawak adalah kebanyakannya undi untuk Cina DAP.

    Tahap sokongan Cina bagi DAP

    Seputeh

    Cuba kita tengok pada kerusi Parlimen Seputeh. Ia kawasan 89.69% pemilih Cina,5.62% Melayu dan 4.54% India.
    Teresa Kok menerima 61,500 undi dan lawannya Nicole Wong 9,948 undi.
    Katakan undi golongan pemilih India dibahagikan 50:50. Maka DAP dan MCA masing-masing mendapat 1,631 undi India.
    Katakan juga Teresa mendapat undi Melayu 30 peratus (sebenarnya 30% ini satu anggaran yang agak tinggi; sebagai perbandingan, hanya 5 peratus sahaja kaum Cina yang mengundi BN di Selangor mengikut dapatan maklumat oleh pengarah pilihanraya BN Selangor Mohd Zin Mohamed).
    Maka kita anggarkan bahawa Teresa Kok telah mendapat 1,212 undi Melayu.
    Jadi undi yang terima oleh Teresa daripada pemilih Cina ialah (61,500 undi semuanya tolak 1,631 undi India tolak 1,212 undi Melayu =) 58,657 undi Cina.
    Sejumlah 71,859 undi telah dibuang di Seputeh. Dengan menggunakan formula nisbah kaum, lebih kurang 64,450 orang Cina, 4,038 orang Melayu dan 3,262 orang India telah keluar mengundi pada 5 Mei.
    Mengikut kiraan yang kita buat tadi, Teresa Kok mungkin mendapat 58,657 undi Cina. Kita telah menganggarkan tadi bahawa 64,450 orang Cina keluar mengundi (voter turnout 83.6% daripada 85,976 orang pemilih berdaftar di Seputeh).
    Maka kita boleh buat unjuran bahawa Teresa Kok – yang menang dengan majoriti pecah rekod 51,552 undi – telah berjaya meraih sekurang-kurangnya 91 peratus sokongan pemilih Cina.

    Kalau bukan tsunami Cina apa lagi?

    Kupasan butir-butir data pilihanraya di atas memberi gambaran kukuh bahawa telah berlaku tsunami Cina dalam PRU13.
    Lagipun bukankah DAP telah berkempen bermati-matian di kalangan orang Cina? Ceramah-ceramah dan perhimpunan-perhimpunan raksasa yang menggegar alam di Johor, Pulau Pinang, Perak dan tempat-tempat lain semuanya dibanjiri lautan peserta Cina, bukan?
    DAP juga begitu galak menggesa orang Cina yang bekerja di Singapura dan lain-lain negara asing supaya pulang untuk mengundi, sehinggakan perjalanan pulang mereka telah menimbulkan kesesakan lalulintas di Tambak Johor.

    Umno yang menang undi Melayu

    PAS meletakkan calon di 73 kerusi Parlimen dan yang menang 21. Kawasan-kawasan di mana PAS bertanding adalah kawasan majoriti Melayu. Lantaran itu, kekalahan PAS menggambarkan Pakatan hanya mendapat sambutan suam-suam kuku daripada kaum Melayu, terutamanya di pantai barat.
    Pengundi Cina paling tinggi nisbahnya di:
    • Pulau Pinang (53.4 peratus)
    • Wilayah Persekutuan (52.2 peratus)
    • Johor (38.8 peratus)
    • Perak (37.7 peratus)
    • Selangor (34.0 peratus)
    Pakatan meraih undi popular paling tinggi di Pulau Pinang (67.8%) dan Wilayah Persekutuan (63.1%). Ini bermakna Pakatan paling popular di dua buah negeri ini yang mempunyai peratusan pemilih Cina yang paling tinggi.
    Lantaran itu, kita boleh mengandaikan bahawa sokongan tahap fanatik telah diberikan Pakatan (baca: DAP) oleh kaum Cina.
    Kalau Pakatan lebih popular di kalangan orang Melayu, tidak masuk akal PAS akan kehilangan negeri Kedah. Juga Umno menang di negeri Perak atas undi Melayu yang amat mantap.
    Kajian oleh Paraman Subramaniam, seorang penganalisa Hindraf, mendapati 15swing seats yang dimenangi BN kali ini (yang gabungan itu kalah tahun 2008) semuanya kerusi Parlimen majoriti Melayu purata 79.3% dengan pemilih Cina pada purata 11.8%.
    Umno telah menang balik 9 kerusi yang BN kalah dahulu. Bermakna BN mendapat balik sokongan swingback orang Melayu.
    Sementara itu, Pakatan menang 22 swing seats yang dahulunya milik BN. Sebelas daripada kerusi yang Pakatan menang kali ini mempunyai purata 42.73 peratus pemilih Cina.

    Tidak lain dan tidak bukan TSUNAMI CINA !!

    Jadi kenapa sekarang ini DAP pula menafikan kejayaan sendiri selepas mereka puas bertungkus-lumus dan berhempas-pulas untuk mencetuskan satu Pemberontakan Cina? Ish, ish, ish. Lembu punya susu hendak diberikan nama kepada sapi gak.
    Lagipun MCA, Gerakan dan SUPP sudah bungkus. Bukankah lingkupnya ketiga-tiga parti Cina ini kesan tsunami yang digerakkan DAP?
    Malah dua orang calon MCA di Pulau Pinang telah hilang deposit — Lau Chiek Tuan di Berapit and Loke Cheang Gin di Pengkalan Kota.
    Fakta-fakta yang dikupas di atas serta kemenangan besar DAP di depan mata mengesahkan bahawa sememangnya telah terjadi tsunami Cina.
    Penafian DAP sebagai langkah damage control (mengawal keadaan) memandangkan wujud backlash kemarahan orang Melayu hanya membayangkan sifat hipokrit evangelista DAP yang membaling batu tetapi cuba menyembunyi tangan.
    DAP sekadar mahu menipu dengan penafian bodoh sepatnya bahawa tsunami Cina tidak pernah terjadi.
    Apa lagi Cina mahu? Cina mahu agar Melayu senantiasa lurus bendul serta telan bulat-bulat segala dolak dalih yang dikeluarkan politikus putar belit evangelis DAP 3.0 mereka.

    sumber : AIDC

    Saksi RCI dakwa Adun PKR Sabah warga Indonesia

    Oleh Mohd Farhan Darwis

    Suruhanjaya Siasatan Diraja (RCI) berhubung dengan pemberian kad pengenalan kepada warga asing hari ini mendakwa Ahli Dewan Undangan Negeri (Adun) Api-api dari PKR Christina Liew merupakan warga Indonesia dari etnik Cina, yang memperolehi kerakyatan Malaysia.

    Setiausaha Majlis Permuafakatan Sulu Sabah Mohd Zaki Hari Susanto memberitahu panel inkuiri hari ini beliau mendengar perkara itu melalui "cakap-cakap penduduk Tawau" yang mempersoalkan mengapa hanya mereka yang berketurunan Bugis dan Sulu sahaja dikaitkan dengan gejala pemberian kad pengenalan palsu.

    "Saya membangkitkan perkara ini kerana masyarakat di Tawau yang utarakannya ... kenapa hanya bangsa Bugis dan Sulu sahaja dibangkitkan dengan RCI

    "Mereka berkata beliau (Christina) merupakan bangsa Cina dari Indonesia, dapat pengenalan diri dan jadi pembangkang di Sabah," dakwanya di hadapan lima panel inkuiri di Mahkamah Tinggi Kota Kinabalu, di sini.

    Ditanya sama ada beliau mempunyai bukti menyokong dakwaannya itu, Zaki bagaimanapun berkata beliau tidak mempunyai sebarang bukti, sebaliknya ia adalah khabar angin yang disampaikan kepadanya oleh penduduk Tawau.

    "Saya tidak mempunyai maklumat lain ... ini hanya kepercayaan (penduduk Tawau)," katanya.

    Salah seorang daripada lima panel RCI, bekas Ketua Polis Kuala Lumpur Datuk Henry Chin Poy Wu bagaimanapun berkata, tuduhan itu tidak benar kerana beliau mengenali keluarga Christina secara peribadi.

    "Saya kenal keluarga Christina Liew, dia lahir di Tawau, dia memang rakyat Sabah, ibu bapanya lahir di Hong Kong.

    "Semasa saya pegang jawatan OCPD Tawau, dia lahir di hospital Tawau," kata Henry.

    Inkuiri berkenaan diketuai bekas Hakim Besar Sabah dan Sarawak Tan Sri Steve Shim Lip Kiong.

    Zaki bagaimanapun berkata perkara itu menjadi buah mulut masyarakat Tawau.

    "Tetapi kita tidak tahu jika surat lahir itu benar atau palsu," kata Zaki, yang juga bekas anggota pasukan keselamatan.

    Christina yang merupakan Ahli Majlis Tertinggi PKR telah menewaskan Timbalan Presiden Parti Bersatu Sabah (PBS) Datuk Dr Yee Moh Chai di kerusi DUN Api-Api dalam Pilihan Raya 2013, yang terletak dalam kawasan Parlimen Kota Kinabalu yang dimenangi Jimmy Wong dari DAP.

    Hampir 28 peratus daripada penduduk Sabah merupakan warga asing, dengan anggaran berjumlah 889,000 yang kebanyakannya datang dari Filipina dan Indonesia.

    Suruhanjaya Siasatan Diraja (RCI) berkenaan pendatang haram di Sabah, yang bermula Januari lalu mendedahkan testimoni rakyat Filipina dan warga asing lain tentang bagaimana mereka menerima kad pengenalan biru dalam masa beberapa tahun selepas tiba di Sabah dan mengundi dalam pilihan raya. - 19 Jun, 2013.-The Malaysian Insider

    Wednesday, 19 June 2013

    Terkini :Kereta pelancong Hong Kong dirempuh kereta api berdekatan KKIA

    19/06/2013 9:45pm KOTA KINABALU - Tiga pelancongan Hong Kong cedera manakala seorang lagi terselamat apabila kereta yang mereka naiki dirempuh kereta api di Jalan Lintas berhampiran jejambat Lapangan Terbang Antarabangsa Kota Kinabalu (KKIA) dekat sini, hari ini. Dalam kejadian pukul 5.35 petang itu, kereta sewa jenis Hyundai yang dinaiki oleh empat pelancong termasuk dua wanita dipercayai gagal berhenti di lintasan kereta api di persimpangan ke KKIA. Ketua Polis Daerah Kota Kinabalu, ACP Jauteh Dikun berkata, kesemua mangsa yang cedera itu dihantar ke Hospital Queen Elizabeth untuk rawatan lanjut. "Pihak kami dimaklumkan bahawa kereta api berkenaan sedang dalam perjalanan dari Kota Kinabalu menghala ke Beaufort berlangggar dengan sebuah kenderaan. "Akibat rempuhan itu, kenderaan mangsa berpusing dan terbabas sebelum melanggar kereta Perodua Myi dan sebuah basikal,” katanya ketika ditemui di tempat kejadian. Beliau berkata setakat ini tiada sebarang kemalangan jiwa dilaporkan dan tiada butiran lanjut tentang identiti mangsa. - Bernama/Kosmo

    Jenama semula sekolah jenis kebangsaan - Bekas hakim

    Oleh KHAIRULANUAR YAHAYA KUALA LUMPUR 19 Jun 2013 Bekas Hakim Mahkamah Rayuan Malaysia, Datuk Mohd. Noor Abdullah hari ini mencadangkan agar sekolah jenis kebangsaan (SJK) Cina dan Tamil dijnamakan semula menjadi sekolah pengajian bahasa. Sekolah yang akan mengajar bahasa Melayu, Mandarin, Tamil dan Inggeris itu terbuka kepada semua rakyat Malaysia. Kalau kita bercakap tentang polisi pelajaran, kini ada 3 aliran iaitu sekolah swasta, sekolah kebangsaan dan sekolah jenis kebangsaan. Apa peranan sekolah jenis kebangsaan? Ada keperluan tentangnya? Kita tukarkan sekolah jenis kebangsaan ini kepada sekolah di mana kita boleh belajar bahasa. Apa sahaja yang telah sekolah kebangsaan sediakan, sekolah jenis kebangsaan tidak perlu lagi menyediakannya, semua orang akan pergi ke sekolah yang sama. Ini boleh memupuk perpaduan,jelas beliau. Mohd Noor yang ditemui dalam sidang akhbar selepas menyampaikan Syarahan Percambahan Minda bertajuk Kedudukan Sekolah Vernakular dari Perspektif Artikel 152 Perlembagaan Persekutuan di Villa Puteri, Jalan Tun Ismail di sini berkata, belajar bahasa tidak memerlukan masa yang lama sehingga 6 tahun. Dalam syarahan itu, Mohd. Noor menegaskan kewujudan sekolah jenis kebangsaan bertentangan dengan Artikel 152 (1) yang menyatakan bahawa bahasa Melayu adalah bahasa kebangsaan. Beliau turut mendakwa kewujudan sekolah jenis kebangsaan juga bertentangan dengan Artikel 8 mengenai kesaksamaan dan Artikel 12 berkaitan diskriminasi. Sekolah jenis kebangsaan Cina dan India antara lain mengajar bahasa Cina dan Tamil. Sementara kerajaan tidak mewujudkan sekolah kebangsaan untuk kaum-kaum lain. Orang Asli dan bumiputera di Sabah dan Sarawak sepatutnya mendapat lebih keutamaan berbanding kaum-kaum lain. Bahasa Melayu seharusnya menjadi bahasa penyatuan di negara ini seperti bahasa Mandarin di negara China dan bahasa Hindi di negara India," kata Mohd Noor.- UTUSAN ONLINE

    Tuesday, 18 June 2013

    Surat perjanjian Anwar, Jusuf Kalla & Najib

    by AIDC

    al-azharrisiddiq - Dalam bahagian kedua ini, saya akan menjurus kepada “Surat Perjanjian” oleh Anwar Ibrahim, Jusuf Kalla dan DS Najib Razak. Di luar sana, terlalu banyak rumors yang perlu saya perbetulkan, kerana jika saya tidak perbetulkan, orang-orang UMNO khususnya telah memberi satu persepsi yang silap khususnya kepada DS Najib sebagai Perdana Menteri dan Presiden UMNO.

    Jika apa yang saya tulis ini tidak benar, maka Bapak Jusuf Kalla berkata tidak benarlah juga kepada saya. Dalam hal ini, saya amat yakin integriti Bapak Jusuf Kalla.

    Oleh kerana saya terlibat dalam pertemuan ini, maka saya bertanggungjawab untuk berkongsi hal ini, dengan harapan pembaca akan berfikir dan bukannya menjatuhkan hukuman.

    Siapa buat Surat Perjanjian

    Dalam hal ini, saya kecewa dengan Anwar Ibrahim kerana saya dapati beliau tidak bercakap benar dalam beberapa perkara. Saya membaca satu berita kononnya Anwar mengatakan Bapak Jusuf Kalla yang menawarkan diri untuk menjadi orang tengah.

    Walhal, pada bulan Mac 2013, Anwar Ibrahim sendiri datang ke rumah Bapak Jusuf Kalla pada malam hari, dengan ada teman saksi iaitu Bapak Fahmi Idris dan Bapak Yusril Ihza Mahendra di ruang tamu tempat yang sama saya duduk bersebelahan Bapak Jusuf Kalla dalam gambar itu.

    Ketika itu (Mac, 2013), Anwar dengan yakin menghujahkan kepada Bapak Jusuf Kalla beliau akan menang PRU13. Bukannya Bapak Jusuf Kalla yang memanggil Anwar datang ke Jakarta. Kita harus faham, siapa tetamu dan siapa tuan rumah. Pada bulan Mac 2013 itu, Apakah Bapak Jusuf Kalla yang berkunjung ke Kuala Lumpur atau Anwar Ibrahim yang mendatangani Jakarta? Anda jawab sendiri!

    Selepas Anwar berjaya meyakinkan Bapak Jusuf Kalla dan berjaya memujuk beliau, maka Bapak Jusuf Kalla atas dasar sahabat seemosi (istilah di Indonesia untuk menunjukkan tahap keakraban) telah terbang ke Kuala Lumpur dan bertemu Anwar Ibrahim pada 4/5/2013 iaitu sehari sebelum PRU13. Dan seterusnya Bapak Jusuf Kalla turut bertemu DS Najib pada tengah malamnya.

    Bapak Jusuf Kalla memberitahu kepada saya, bahawa Anwar Ibrahim membuat Surat Perjanjian di antaranya sesiapa yang kalah hendaklah menerima kekalahan. Ada beberapa lagi yang saya tidak perlu nyatakan di sini.

    Bapak Jusuf Kalla memberitahu saya bahawa Anwar menandatangani Surat Perjanjian yang dibuatnya itu, dan Bapak Jusuf Kalla turut menurunkan tandatangan. Tetapi tidak oleh DS Najib!

    Tuduhan kepada Najib

    Terdapat tuduhan di dalam parti UMNO dan juga para wartawan dan bloggers kononnya DS Najib terlibat dalam perjanjian tersebut.

    Kononnya DS Najib berada bersama-sama Anwar Ibrahim untuk menandatangani “Perjanjian” itu.

    Walhal sebenarnya Bapak Jusuf Kalla bertemu Anwar dan DS Najib secara berasingan.

    Saya berani menyatakan bahawa DS Najib tidak terliba tmula dalam permainan politik Anwar ini, sebaliknya Anwar yang merangka pertemuan dengan Bapak Jusuf Kalla, Anwar yang mencadangkan perjanjian itu, Anwar yang meminta dan memujuk Bapak Jusuf Kalla supaya menjadi orang tengah, Anwar yang memulakannya.

    Memang benar Bapak Jusuf Kalla membawa surat perjanjian yang dirangka oleh Anwar Ibrahim itu, tetapi DS Najib tidak menandatanganinya, DS Najib tidak bersetuju.

    Bapak Jusuf Kalla memberitahu kepada Anwar, bahawa DS Najib tidak mahu menandatangani perjanjian itu.

    Pada pengamatan saya, DS Najib menghormati kemunculan Bapak Jusuf Kalla sebagai sahabatnya juga, maka apakah kamu fikir jika tetamu besar seperti bapak Jusuf Kalla bertandang ke rumah DS Najib dan kamu meminta DS Najib menutup pintu?

    Makanya, DS Najib mesti melayan Bapak Jusuf Kalla dengan seribu kemuliaan sebagai seorang tetamu apatah lagi sahabat lama.

    Saya bercakap panjang lebar dengan Bapak Jusuf Kalla dalam hal ini, dan saya berpendapat para ahli UMNO dan bloggers tidak berlaku adil kepada DS Najib dalam hal ini, sebab itu saya terpaksa menulis dengan agak panjang sedikit.

    Jika anda bertanya saya, apakah Anwar sedang memerangkap DS Najib, saya tidak boleh menjawabnya kerana ianya niat Anwar. Saya percaya anda boleh memahaminya.

    Kenapa saya membela Najib

    Saya terpaksa ke depan kerana saya satu-satunya bertemu dengan Bapak Jusuf Kalla, maka saya mesti membetulkan rumors yang salah.

    Saya menerima pelbagai sms daripada rakan blogger dan wartawan, antara rumors salah kononnya dalam perjanjian itu DS Najib meminta kepada Anwar Ibrahim sekiranya DS Najib kalah agar dirinya dan keluarganya jangan dipenjara!

    Ini adalah satu cerita rekaan dan fitnah yang sangat besar kepada DS Najib. Tidak ada tertulis dalam perjanjian akan hal itu, malah tidak disebut pun, hanya selepas sebulan ini barulah cerita rekaan itu muncul dan saya beri jaminan kepada anda cerita itu tidak benar.

    Anwar hanya bercakap tentang isu besar dalam PRU 13 iaitu jawatan Perdana Menteri yang menjadi idamannya, Bapak Jusuf Kalla dan Anwar bercakap tentang masa depan Nurul Izzah dan beberapa perkara lain.

    Mereka bercakap tentang jawatan Timbalan Perdana Menteri, Menteri Penuh, isu dakwat, isu pengundi Bangladesh dan hal-hal lain.

    Malangnya, saya bersetuju dengan Bapak Jusuf Kalla bahawa Anwar sendiri yang merangka idea perjanjian itu, Anwar yang datang bertandang ke rumah Bapak Jusuf Kalla bercakap tentang idea perjanjian itu, malangnya sesudah PRU 13, Anwar tidak komited kepada apa yang diusahakannya sendiri.

    Kekecewaan dan “kemarahan” Bapak Jusuf Kalla ialah tatkala dia sangat komited membantu, Anwar pula tidak komited kepada usaha janjinya sendiri!

    Saya fikir cukup setakat ini dulu. Bacalah semula artikel-artikel ini, saya menyembunyikan sesuatu di dalamnya :

    http://www.al-azharrisiddiq.com/2013/05/ds-najib-tun-razak-jusuf-kalla-anwar.html

    http://www.al-azharrisiddiq.com/2013/06/segerakan-rekonsiliasi.html

    http://www.al-azharrisiddiq.com/2013/06/bersama-ketua-dewan-perwakilan-rakyat

    http://www.al-azharrisiddiq.com/2013/06/eksklusif-rundingan-anwar-jusuf-kalla.html

    Sebagai rakyat yang bertanggungjawab, saya mesti menjaga kerajaan yang dipilih oleh rakyat semasa PRU 13 baru-baru ini. Bukan soal two third majoriti atau menang besar dan menang kecil, peraturannya ialah jika kita mahu menghormati hak rakyat, menghormati sistem demokrasi yang menjadi amalan berkerajaan di Malaysia, Anwar seharusnya mengucapkan kepada DS Najib “Selamat Maju Jaya”.

    Itulah juga yang diungkapkan oleh Khalifah Amirul Mukminin Umar Abdul Aziz, dalam buku yang ditulis oleh Dr. Ali Muhammad Muhammad Al-Shallabi bahawa hormatilah “keputusan demokrasi”.

    Salam hormat dari saya kepada anda pembaca budiman.

    sumber AIDC

    Nenek, wanita sarat mengandung tawar khidmat seks ditahan

    18/06/2013 9:35am

    JOHOR BAHRU - Seorang nenek warga Indonesia yang mempunyai seorang cucu ialah antara ditahan oleh Bahagian Penguat Kuasa Jabatan Imigresen kerana terlibat menawarkan khidmat seks dalam satu operasi di sebuah hotel bajet di pusat bandar raya di sini malam tadi.

    Turut dicekup ialah seorang wanita yang sarat mengandung tujuh bulan bersama lima wanita warga Indonesia yang lain.

    Menurut Timbalan Pengarah Imigresen, Khairul Anuar Abu Bakar, kesemua tahanan akan dibawa ke Depo Tahanan Imigresen Pekan Nenas, Pontian untuk tindakan susulan. - KOSMO!

    Wakil rakyat Pas diberi 'tarbiah'


    KOTA BHARU 17 Jun - Persidangan Penggal Pertama Dewan Undangan Negeri (DUN) Kelantan Ke-13 hari ini menjadi pentas kepada Ketua Pembangkang daripada Barisan Nasional (BN), Datuk Nozula Mat Diah untuk memberi 'tarbiah' kepada pemimpin-pemimpin Pas Kelantan mengenai sikap buruk mereka.

    Beliau yang juga Ahli Dewan Undangan Negeri (ADUN) Paloh berkata, pemimpin-pemimpin Pas Kelantan sebenarnya hanya berselindung di sebalik kopiah dan songkok sebaliknya pertuturan mereka kesemuanya dipenuhi makian dan tuduhan liar.

    Nozula berkata demikian ekoran tuduhan yang dikeluarkan Mohamad Zaki Ibrahim (Pas-Kelaboran) sebelum itu yang mendakwa BN memberi pil kuda dan air ketum kepada golongan muda pada pilihan raya lalu untuk mendapat undi.

    "Di dewan yang mulia ini kita jaga pertuturan kita, jangan sakitkan hati orang sebab Pas cakap perjuangkan Islam, tetapi bila bangun tuduh, bila bangun maki orang.

    "Rupa-rupanya, hati pemimpin Pas belum bersih, belum suci sebaliknya hanya menggunakan kopiah dan songkok untuk menunjukkan ciri-ciri Islam," katanya ketika membahas titah ucapan Sultan Kelantan, Sultan Muhammad V pada Sidang Dewan Undangan Negeri di sini hari ini.

    Terdahulu ketika membahas titah baginda, Mohamad Zaki mendakwa Pas sepatutnya menang bersih 45-0 di Kelantan pada Pilihan Raya Umum Ke-13, namun BN berjaya mendapat 12 kerusi DUN kerana melakukan pelbagai penipuan termasuk memberi dadah kepada pengundi muda.

    "Inilah yang UMNO dan BN buat. Budak-budak muda mereka bagi pil kuda, air daun ketum untuk jadi petugas parti dan sokong BN," katanya yang merupakan bekas Timbalan Speaker DUN Kelantan pada penggal lalu.

    Mengulas mengenai tuduhan tersebut, Nozula dalam nada sindiran berkata, Mohamad Zaki mungkin melepaskan geram untuk bercakap di dewan ini kerana tidak lagi diberi jawatan sebagai Timbalan Speaker.

    Nozula berkata, pemimpin-pemimpin Pas sepatutnya menggunakan Sidang DUN untuk mengulas isu rakyat supaya dapat diselesaikan dalam tempoh empat atau lima tahun lagi, bukannya menjadikannya sebagai pentas memaki hamun dan melemparkan pelbagai tuduhan.

    "Perkara-perkara seperti tuduhan buruk ini sepatutnya dilemparkan di ceramah, bukan di dewan yang mulia ini kerana dewan ini adalah pentas untuk kita berbincang tentang bagaimana nak memajukan negeri demi kebaikan rakyat.

    "Sepatutnya peringkat awal persidangan ini kita rangka dalam tempoh lima tahun untuk beri kesejahteraan kepada rakyat bukannya terus berpolitik," tambahnya.-Utusan

    Selar pemimpin Pas: Haron Din mahukan penjelasan Husam

    KUALA LUMPUR 17 Jun - Timbalan Mursyidul Am Pas, Datuk Dr. Haron Din mahu mendapatkan penjelasan Naib Presiden, Datuk Husam Musa yang Husam menyelar para pemimpin parti itu sebagai pengkhianat jika tidak menyokong himpunan anjuran pembangkang bagi membantah perjalanan pilihan raya umum lalu.

    Oleh itu, Haron menegaskan beliau akan mengadakan pertemuan dengan Husam dalam masa terdekat sebelum memberikan reaksi terhadap kenyataan pemimpin berkenaan.

    Dalam masa sama, beliau meminta ahli Pas supaya mematuhi pendirian serta nasihat Presiden Pas, Datuk Seri Abdul Hadi Awang yang tidak memaksa ahli parti tersebut menyertai perhimpunan sebegitu yang dianggap sebagai pendirian tidak rasmi parti.

    "Itu suatu agenda parti yang selama ini diamalkan iaitu kita patut mendengar kenyataan Presiden atau Ketua Penerangan atau sesiapa yang dilantik parti jadi bila Presiden kata begitu, saya berpegang dengan itu dan bukannya pemimpin lain (Husam).

    "Saya sendiri pula dari dahulu tidak sertai perhimpunan atas sebab kemampuan dan kesihatan. Jantung saya bukan sihat sangat, dari dahulu tidak kerana kesihatan saya tidak mengizinkan," katanya ketika dihubungi Utusan Malaysia hari ini.

    Beliau diminta mengulas percanggahan kenyataan Abdul Hadi semalam yang tidak memaksa ahli Pas menyertai perhimpunan sebegitu sedangkan Husam sebelum ini mendakwa pemimpin Pas yang tidak menyokongnya sebagai pengkhianat parti yang lupa asal-usul.

    Dalam satu perhimpunan anjuran pertubuhan bukan kerajaan (NGO) di Kelantan minggu lalu, Husam turut mendakwa pemimpin Pas yang tidak menyokong perhimpunan itu sebagai menolak semangat anak muda yang mahukan perubahan serta mengkhianati dakwah yang diasaskan oleh pimpinan Pas terdahulu.

    Haron menambah, dari segi prinsip, Islam tidak melarang umatnya daripada menyertai sebarang perhimpunan selagi ia tidak mengundang padah.-Utusan

    Monday, 17 June 2013

    Bimbang kaki dipotong, pekerja kilang gantung diri

    Jasin: Akibat bimbang kaki yang cedera sejak empat bulan lalu akan dipotong, seorang pekerja kilang dipercayai menggantung diri di dapur rumahnya di Taman Pelangi, Selandar, di sini, semalam.

    Mayat K Selvam, 39, ditemui tergantung oleh isterinya, D Annamary, 29, kira-kira jam 8 pagi.

    Alami kemurungan

    Lelaki itu yang cedera parah di kaki kanan selepas terbabit dalam kemalangan pada Februari lalu, mengalami kemurungan apabila hospital memaklumkan kakinya perlu dipotong kerana semakin membusuk.

    Dia yang turut cedera di tangan, dijadual menjalani pembedahan bagi memotong kakinya, semalam.

    Annamary berkata, beberapa hari lalu suaminya memberitahu dia takut kaki kanannya dipotong, selain mengadu sakit kaki.

    “Sehari sebelum kejadian, saudara dan rakan suami saya datang ke rumah untuk memberi sokongan dan ketika itu dia kelihatan tenang dan bersahaja ketika berborak tanpa menunjukkan reaksi takut.
    “Kos pembedahan di Hospital Pantai Ayer Keroh berjumlah RM18,000 termasuk RM8,000 sudah dikumpul hasil bantuan saudara mara. Hari ini (semalam) ada saudara bercadang memberi pinjaman RM10,000 lagi,” katanya.

    Sementara itu, Ketua Polis Daerah, Deputi Superintendan Mohd Hishamudin Hashim, mengesahkan kejadian itu dan kes diklasifikasikan sebagai kematian mengejut (SDR).-BH

    Remaja tetak bapa hingga putus kepala

    Port Moresby: Seorang remaja perempuan menetak kepala bapanya hingga putus dengan pisau memburu selepas lelaki terbabit memperkosanya di kediaman mereka di kawasan tanah tinggi di Papua New Guinea.

    Kejadian itu mendorong penduduk di desa itu membentuk rangkaian perlindungan bagi remaja berusia 18 tahun berkenaan serta enggan menyerahkan mangsa kepada polis kerana percaya bapanya yang jahat itu memang patut mati. Pemimpin gereja tempatan, Paderi Lucas Kumi dari Desa Rang di Western Highlands berkata, masyarakat enggan membenarkan remaja itu disiasat pihak berkuasa. Menurutnya, penduduk dan pemimpin di kawasan itu pergi melihat mayat tanpa kepala bapa mangsa selepas remaja terbabit melaporkan kejadian kepada mereka dan menjelaskan alasan dia membunuh bapanya.

    Kumi memberitahu akhbar Post Courier, bapa mangsa berusia pertengahan 40-an merogol anak perempuannya ketika mereka tinggal berdua di rumah selepas isteri dan dua lagi anaknya melawat saudara mereka pada malam kejadian. “Bapa mangsa memasuki biliknya pada tengah malam dan merogolnya berulang kali. “Bapanya mahu merogol mangsa sekali lagi pada waktu pagi dan ketika itu mangsa mengambil pisau memburu dan menetak kepala bapanya,” kata Paderi Kumi. “Kami semua bersetuju remaja itu bebas untuk tinggal di sini kerana bapanya memang patut mati. “Mangsa melakukan pembunuhan kerana dia trauma dan tidak suka perbuatan jahat bapanya. Sebab itu kami setuju dia diberi perlindungan,” katanya.

    Menurutnya, remaja itu diletakkan dalam rangkaian perlindungan dan dia disembunyikan daripada pihak berkuasa.

    Sementara itu, mayat bapa mangsa juga tidak akan dikebumikan mengikut adat. - Daily Mail/Metro

    Syiah jika berkembang akan tindas Sunni, kata PAS Kelantan

    Oleh Md Izwan

    KUALA LUMPUR,- Timbalan Menteri Besar Kelantan Datuk Mohd Amar Nik Abdullah menyatakan kebimbangan penganut majoriti Sunni di Malaysia bakal ditindas sekiranya pengikut mazhab Syiah dibiarkan berkembang dalam negara.

    Mohd Amar menegaskan walaupun terdapat sebilangan pengikut Syiah dibenarkan untuk mengamalkan mazhab tersebut, hakikatnya mazhab Sunnah Wal Jamaah adalah majoriti di Malaysia dan status tersebut perlu dipertahankan serta dikekalkan. "Kita tidak boleh biarkan fahaman Syiah berkembang dengan bebas, walaupun kita hormati pegangan dia, tapi dalam konteks masyarakat kita di Malaysia, pada pandangan kita, kerajaan persekutuan dan kerajaan Kelantan sendiri, pegangan kita adalah Sunnah Wal Jamaah," kata Mohd Amar yang dipetik berkata dalam akhbar harian Utusan Malaysia hari ini.

    "Kumpulan Syiah ini apabila mereka diatas, mereka menekan orang-orang Sunni," kata beliau lagi. Menurut timbalan pesuruhjaya III PAS negeri Kelantan itu lagi, PAS merupakan sebuah parti yang mengamalkan mazhab Sunnah Wal Jamaah dan tidak akan membiarkan pengaruh Syiah berkembang dalam parti itu sendiri.

    "Pegangan PAS adalah Sunnah Wal Jamaah, bukan Syiah," tegasnya lagi. Mengikut Enakmen Pentadbiran Perundangan Islam 1989, fahaman dan ajaran Syiah adalah menyeleweng daripada pegangan Ahli Sunah Waljamaah kerana wujud beberapa percanggahan dari sudut akidah dan syariah.

    Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) juga telah mengeluarkan fatwa dengan mengenakan larangan dan sekatan terhadap mana-mana mazhab selain Sunnah Wal Jamaah untuk tidak menyebarkan fahaman dan ajaran mereka di Malaysia.

    Pada 2010, Jabatan Agama Islam Selangor (JAIS) telah menahan kira-kira 200 pengikut dan dua ketua kumpulan pengikut mazhab Syiah di sebuah rumah kedai di Taman Sri Gombak, Batu Caves kerana dikhuatiri boleh mengancam keselamatan dan menyampaikan ajaran menyeleweng.

    Selain itu, tokoh agamawan bekas mufti Perlis Datuk Dr Mohd Asri Zainul Abidin juga pernah ditahan sekitar tahun 2009 semasa sedang memberi syarahan oleh JAIS dan dituduh cuba menyampaikan ajaran yang bertentangan dengan ajaran Islam sebenar kepada pengikutnya.

    Di Malaysia, masyarakat Melayu yang membentuk 60 peratus daripada keseluruhan penduduk berjumlah 28 juta orang ditakrifkan dalam Perlembagaan sebagai penganut agama Islam, maka dengan itu agama dan kaum adalah isu yang tidak dapat dipisahkan didalam negara.

    Kebebasan agama termaktub dalam Perlembagaan Malaysia dibawah Fasal 11 menetapkan setiap orang mempunyai hak untuk menyatakan dan menjalankan agama nya dan (tunduk pada undang-undang yang berlaku menyekat penyebaran agama-agama lain untuk umat Islam) untuk menyebarkannya. Kedua, Perlembagaan juga menetapkan bahawa Islam adalah agama negara, tetapi agama-agama lain boleh dipraktikkan dalam damai dan harmoni (Perkara 3).- The Malaysian Insider

    Selepas PRU13, Dr M tunai janji untuk mula kritik Najib

    Oleh Jahabar Sadiq

    KUALA LUMPUR, 15 Jun – Beberapa minggu sebelum Pilihan Raya 2013 dalam satu sesi tertutup dengan ahli politik Umno Johor, Tun Dr Mahathir Mohamad menggesa semua orang bersatu di belakang Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak untuk memastikan kemenangan besar Barisan Nasional (BN).

    Bekas perdana menteri itu menegaskan, ini bukan masanya untuk bercakap soal kelemahan kepimpinan Najib atau tindakannya yang sering tidak menggerakkan polisi sehingga mendapat konsensus.

    Akan tetapi pemimpin kanan Umno Johor mengatakan, Dr Mahathir memberitahu dengan jelas, sebaik sahaja pilihan raya berakhir, beliau akan bercakap dan mengkritik Najib secara terbuka jika perlu.

    Ahli politk di Kedah juga mengatakan Dr Mahathir bercakap dengan nada sama mengenai Najib dalam pertemuan tertutup sebelum pilihan raya.

    Dr Mahathir kelihatan menunaikan janjinya.

    Selepas pilihan raya umum 5 Mei yang menggembalikan kuasa BN akan tetapi tidak membawa kembali majoriti dua pertiga atau kemenangan di Selangor atau Pulau Pinang, perdana menteri paling lama berkhidmat itu telah mengkritik strategi pilihan raya Najib, kelemahan penasihat Najib dan halatuju pentadbirannya.

    Dr Mahathir juga memberitahu dengan jelas pertandingan jawatan tertinggi Umno seharusnya diadakan, mengatakan ia akan menunjukkan kepada rakyat Malaysia demokrasi masih lagi hidup dalam parti nasionalis Melayu itu.

    Setakat ini, Dr Mahathir masih belum lagi bercakap secara terbuka tentang Najib akan tetapi telah melakukan dalam perjumpaan tertutup dengan eksekutif kewangan dan ahli politik serta dalam surat-menyurat.

    Beliau juga mengulangi keperluan untuk pertandingan bagi jawatan presiden Umno di perjumpaan dengan pengurus-pengurus dana di Kuala Lumpur semalam.

    Penulis blog pro Umno - menyokong bekas perdana menteri itu telah menyelar ahli-ahli politik yang menggesa tiada pertandingan bagi dua jawatan tertinggi parti, jika di sokong oleh majlis tertinggi parti akan menyaksikan Najib dan Tan Sri Muhyiddin Yassin kekal sebagai perdana menteri dan timbalan perdana menteri.

    Seorang penulis blog menjalankan tinjauan atas talian sama ada Najib harus kekal sebagai presiden Umno, dengan 75 peratus daripada responden setakat ini tidak menyokong Najib.

    Walaupun tidak lagi aktif dalam Umno atau memegang sebarang jawatan, Dr Mahathir terus mendapat sokongan dalam parti dan pernah mengetuai gerakan untuk mendesak peletakan jawatan Tun Abdullah Ahmad Badawi selepas pilihan raya umum 2008.

    Masih belum terdapat bukti beliau mahu menyingkirkan Najib akan tetapi terdapat meklumat mengatakan Dr Mahathir mahu memberikan lebih banyak input untuk polisi dan pembuatan keputusan peringkat tertinggi dan menubuhkan badan penasihat ekonomi.-The Malaysian Insider